Penulis: Suryan Masrin dan Belva Al Akhab
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Pemandangan berbeda terlihat di SD Negeri 10 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (10/6/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan Gebyar Literasi Gemini (GLG) bertema Gerakan Makan Ikan Sejak Dini yang memadukan literasi, edukasi gizi, pendidikan karakter hingga pengenalan sejarah lokal Bangka.
Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi gelak tawa para siswa yang mengikuti Senam Gemari (Gemar Makan Ikan). Kegiatan kemudian berlanjut dengan penampilan puisi, kampanye kreatif gemar makan ikan, pameran foto sejarah Bangka hingga makan bersama berbahan dasar ikan.
Kepala SD Negeri 10 Mentok, Wanda Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.
Menurutnya, anak-anak perlu dibentuk menjadi generasi yang cerdas, sehat dan memiliki karakter kuat.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, sehat secara fisik dan kuat secara karakter. Karena itu kami mengintegrasikan budaya membaca dengan edukasi gizi melalui gerakan gemar makan ikan. Literasi dan kesehatan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul,” kata Wanda.
Ia menilai literasi tidak boleh dimaknai hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan memahami kehidupan, mengenali lingkungan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas mereka melalui pembacaan puisi dan berbagai kampanye edukatif.

Salah satu siswa kelas VI, Fikri (12), mengaku sempat gugup saat harus tampil di depan banyak orang.
“Tadi saya takut salah saat membaca puisi. Tapi setelah selesai dan teman-teman tepuk tangan, saya jadi senang. Saya ingin berani tampil lagi kalau ada acara seperti ini,” ujarnya.
Menurut pihak sekolah, kesempatan tampil di depan umum merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.
Pameran Foto Sejarah Bangka Jadi Favorit Siswa
Salah satu agenda yang paling banyak menyita perhatian adalah pameran foto sejarah bertajuk Bercerita Kisah dan Jejak Bangka.
Puluhan foto lama yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bangka tempo dulu dipajang di lingkungan sekolah.
Anak-anak tampak antusias mengamati setiap foto, bertanya kepada guru dan berdiskusi dengan teman-temannya.
Ketua panitia kegiatan, Donni, mengatakan pameran tersebut bertujuan mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik.
“Anak-anak perlu mengenal daerahnya sendiri. Mereka harus tahu bagaimana Bangka berkembang, bagaimana masyarakatnya hidup dan bagaimana perjuangan generasi sebelumnya membangun daerah ini,” ujarnya.
Bagi Rafa, siswa kelas V, pameran tersebut menjadi pengalaman baru yang membekas.
“Saya baru tahu kalau dulu sekolah dan kehidupan masyarakat Bangka berbeda sekali dengan sekarang. Ada foto-foto lama yang membuat saya penasaran. Rasanya seperti melihat cerita masa lalu yang hidup kembali. Saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang sejarah Bangka,” katanya.
Hal serupa disampaikan Nabila (10). Ia mengaku senang karena kegiatan literasi kali ini tidak hanya berupa membaca buku.
“Biasanya kalau dengar literasi saya pikir hanya membaca. Ternyata hari ini bisa lihat foto sejarah, tampil puisi, senam dan makan ikan bersama. Belajarnya jadi lebih seru dan tidak membosankan,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan tersebut juga melibatkan para orang tua siswa.

Banyak orang tua terlihat mendampingi anak-anak saat mengunjungi pameran foto sejarah.
Rina (38), salah satu wali murid, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang diselenggarakan sekolah.
“Sebagai orang tua saya sangat senang melihat anak-anak tidak hanya diajarkan pelajaran sekolah, tetapi juga dikenalkan dengan sejarah daerahnya sendiri. Melalui kegiatan ini anak-anak bisa belajar langsung dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Sementara Yanto (42), orang tua siswa lainnya, menilai kegiatan tersebut menghadirkan pendidikan yang lebih lengkap.
“Saya bangga melihat anak-anak tampil percaya diri di depan banyak orang. Mereka belajar berbicara, belajar menghargai budaya dan belajar hidup sehat. Menurut saya inilah pendidikan yang lengkap, bukan hanya mengejar nilai rapor,” ujarnya.
Kampanye Gemar Makan Ikan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama menggunakan berbagai menu berbahan dasar ikan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye gemar makan ikan yang diusung sekolah untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Salah satu wali murid, Sulastri (40), mengaku mendukung penuh program tersebut.
“Kami sering menyuruh anak makan ikan di rumah, tetapi kadang sulit. Ketika sekolah ikut mengkampanyekan pentingnya makan ikan seperti ini, pesannya jadi lebih mudah diterima anak-anak. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun,” ungkapnya.
Melalui Gebyar Literasi Gemini, SD Negeri 10 Mentok mencoba menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga membangun karakter, mengenalkan sejarah daerah, serta membiasakan pola hidup sehat sejak dini.

Sekolah itu menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari membaca, berkesenian, mengenal sejarah hingga menikmati hidangan sehat bersama.
Dari halaman sekolah sederhana di Mentok itu, benih-benih generasi masa depan terus ditanam dan dirawat.

