PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Ketika malam mulai meredam suara kendaraan dan sebagian warga memilih pulang ke rumah, sejumlah ruas jalan di Pangkalpinang justru menjadi wilayah yang harus tetap diawasi.
Di tengah kota yang perlahan senyap, personel Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Bangka Belitung bergerak menyusuri jalanan. Lampu kendaraan patroli menembus gelap, menyambangi sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Senin (31/8/2026) malam, kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) hingga Jembatan Emas menjadi bagian dari sasaran patroli. Polisi mengantisipasi berbagai potensi gangguan, terutama aksi balap liar dan tindak kriminalitas yang dapat terjadi pada malam hingga dini hari.
Patroli tersebut menjadi upaya preventif. Polisi tidak menunggu sebuah kejahatan terjadi untuk kemudian bertindak. Mereka memilih hadir lebih awal, ketika jalanan mulai sepi dan potensi gangguan justru bisa muncul.
Kasubdit III Jatanras Polda Babel Kompol Faisal Fatsey mengatakan patroli merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat, terutama pada waktu yang dianggap rawan.
“Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polisi di tengah masyarakat guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas khususnya pada jam-jam rawan. Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Faisal di sela-sela patroli, Senin malam.
Tidak semua titik memiliki tingkat kerawanan yang sama. Karena itu, polisi memetakan sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, termasuk kawasan GOR.
Tempat yang semestinya menjadi ruang aktivitas olahraga dan publik itu turut menjadi perhatian lantaran berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya remaja hingga aksi balap liar.
Faisal menyebut patroli di sejumlah lokasi tersebut telah dilakukan secara rutin dalam beberapa pekan terakhir.
“Beberapa pekan ini, kita rutin menyasar ke beberapa tempat seperti GOR yang disinyalir menjadi tempat para remaja untuk balapan liar, termasuk menyasar jalanan yang sepi untuk mencegah terjadinya potensi kejahatan seperti 3C,” ujarnya.
3C merupakan istilah yang lazim digunakan kepolisian untuk menyebut pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.
Jalan yang lengang menjadi perhatian karena minimnya aktivitas warga dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan. Di titik-titik semacam itu, patroli menjadi salah satu cara untuk mempersempit ruang gerak potensi kriminalitas.
Patroli URC tidak berhenti pada pemantauan jalan. Di kawasan Jembatan Emas, personel juga mendatangi masyarakat yang masih beraktivitas dan berkumpul pada malam hari.
Polisi memilih berdialog, menyampaikan pesan kamtibmas, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu berarti penindakan. Ada ruang bagi polisi untuk hadir sebagai pengingat dan mitra masyarakat.
“Kita turun langsung mendatangi dan berdialog dengan masyarakat seperti di Jembatan Emas untuk memberikan imbauan agar selalu waspada dan berhati-hati, terlebih lagi malam hari ini lebih berisiko terjadinya tindak kejahatan,” ungkap Faisal.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan darurat Polisi 110.
“Kita meminta untuk tidak melakukan hal-hal yang berdampak pada terganggunya ketertiban masyarakat. Jika menemukan sesuatu hal yang mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian terdekat atau layanan call center Polisi di 110,” katanya.
Ada pekerjaan polisi yang jarang terlihat: mencegah sesuatu yang belum terjadi.
Tidak ada tersangka yang diborgol malam itu. Tidak ada kasus besar yang harus diumumkan. Namun justru di situlah patroli preventif menemukan maknanya memastikan potensi gangguan tidak berkembang menjadi peristiwa yang merugikan masyarakat.
Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol.
Faisal menyebut kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara kepolisian dan masyarakat.
“Tentunya semua ini tidak terlepas dari peran kita bersama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di Pangkalpinang dalam keadaan kondusif serta nihil kejadian menonjol,” pungkasnya.
Malam terus berjalan. Jalanan perlahan semakin lengang. Tetapi ketika sebagian warga terlelap, ada petugas yang masih menyusuri sudut-sudut kota.
Sebab keamanan bukan hanya tentang menangkap mereka yang berbuat salah. Keamanan juga tentang memastikan mereka yang berniat berbuat salah tidak menemukan kesempatan.
Malam itu, di antara GOR, jalan-jalan sepi, hingga Jembatan Emas, URC Polda Babel memilih untuk hadir lebih dahulu. (Belva)


