PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM – Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan penonton pecah di Stadion Depati Amir, Minggu (21/6/2026). Setelah penantian panjang selama hampir 10 tahun, atmosfer sepak bola bergengsi akhirnya kembali menyelimuti Kota Pangkalpinang. Momen itu ditutup manis dengan keberhasilan RSUD Depati Bahrin menaklukkan Real Baghdad dengan skor 4-2 pada partai final PKP Cup 2026.
Kemenangan tersebut tak hanya mengantarkan RSUD Depati Bahrin sebagai kampiun, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kompetisi sepak bola lokal yang selama satu dekade sempat menghilang dari kalender olahraga Kota Pangkalpinang.
Di tengah euforia ribuan suporter yang memenuhi stadion, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan turnamen yang mampu menghidupkan kembali gairah masyarakat terhadap sepak bola.
“Membersamai masyarakat Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung yang sangat antusias datang ke sini untuk menyaksikan final PKP Cup 2026. Panitia menyampaikan ini adalah penyelenggaraan pertama setelah sekitar 10 tahun kita tidak menggelar sepak bola sebesar ini,” ujar Saparudin usai pertandingan.
Menurutnya, sekitar 4.000 penonton memadati Stadion Depati Amir untuk menyaksikan partai puncak. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kecintaan yang besar terhadap sepak bola dan merindukan kompetisi yang berkualitas.
Karena itu, Saparudin memastikan PKP Cup tidak akan berhenti sebagai ajang satu kali penyelenggaraan. Ia berkomitmen menjadikan turnamen tersebut sebagai agenda rutin tahunan dengan kualitas yang terus meningkat.
“Harapan kita tentu kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan harus lebih baik, lebih tertata, dan Insyaallah kita upayakan bisa digelar secara rutin setiap tahun,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Saparudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen, mulai dari panitia pelaksana, sponsor, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, perangkat pertandingan, ofisial, hingga para atlet yang telah menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan PKP Cup 2026 menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi masyarakat dan dunia usaha mampu menghadirkan event olahraga berskala besar tanpa membebani keuangan daerah.
“Ini murni dilaksanakan teman-teman semua tanpa APBD dan anggaran pemerintah. Terima kasih kepada para sponsor atas terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan tahun depan jumlah sponsor bertambah agar kegiatan lebih meriah dan hadiahnya lebih besar,” ungkapnya.
Saparudin pun mengajak lebih banyak pelaku usaha untuk ikut berpartisipasi mendukung penyelenggaraan PKP Cup pada tahun mendatang. Menurutnya, semakin besar dukungan yang diberikan, semakin besar pula peluang melahirkan kompetisi yang profesional sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda berbakat.
Baginya, sepak bola bukan sekadar pertandingan memperebutkan kemenangan. Olahraga ini juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui hadirnya ribuan penonton di setiap pertandingan.
Berakhirnya PKP Cup 2026 pun menjadi awal dari harapan baru. Setelah satu dekade vakum, Pangkalpinang kembali memiliki panggung sepak bola yang membangkitkan semangat masyarakat. Kini, komitmen pemerintah kota untuk menggelarnya secara rutin setiap tahun menjadi harapan agar geliat sepak bola daerah terus tumbuh dan melahirkan prestasi yang membanggakan Bangka Belitung. (BELVA)


