PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM – Di balik setiap rujukan pasien dari Kepulauan Bangka Belitung ke Jakarta maupun Palembang, ada kisah perjuangan yang tidak selalu diketahui banyak orang. Bukan hanya melawan penyakit, tetapi juga menghadapi biaya perjalanan, mencari kendaraan yang layak, hingga mengantar anggota keluarga yang sedang lemah menuju rumah sakit tujuan.
Bagi sebagian masyarakat, persoalan terbesar justru dimulai ketika pesawat mendarat. Dari bandara menuju rumah sakit, mereka harus kembali memikirkan ongkos ambulans atau kendaraan yang aman bagi pasien. Tidak sedikit keluarga yang akhirnya harus berutang atau meminta bantuan kerabat demi memastikan orang tercinta mendapat penanganan medis.
Kondisi itulah yang kini dijawab Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui program kemanusiaan “SAHABAT HIDAYAT ARSANI”, sebuah layanan ambulans gratis yang beroperasi selama 24 jam bagi masyarakat Babel yang menjalani pengobatan rujukan di Jakarta dan Palembang.
Program yang mengusung semangat “Selalu Hadir Membantu Masyarakat Berobat Menuju Babel Sehat Bersama Hidayat Arsani” ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti di wilayah Babel, tetapi tetap hadir mendampingi masyarakat hingga ke daerah tujuan pengobatan.
Menurut Hidayat Arsani, negara harus hadir ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi paling rentan.
“Kesehatan masyarakat adalah marwah dan prioritas tertinggi kami. Kami tidak ingin ada satu pun warga Bangka Belitung yang merasa sendirian atau terhambat hak pengobatannya hanya karena kebingungan memikirkan biaya ambulans medis di Jakarta maupun Palembang. Program ‘SAHABAT HIDAYAT ARSANI’ ini hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah, bukti bahwa kami selalu mendampingi dan menjaga keselamatan warga Babel di mana pun mereka berada,” tegas Hidayat Arsani.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menyiagakan armada ambulans yang beroperasi penuh selama 24 jam. Layanan itu meliputi penjemputan pasien dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta maupun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju rumah sakit rujukan, serta layanan antar-jemput dari Rumah Singgah Pemprov Babel menuju berbagai rumah sakit tujuan.
Seluruh layanan diberikan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi dibebani biaya transportasi medis selama menjalani pengobatan di luar daerah.
Bagi keluarga pasien, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan bentuk kepedulian pemerintah yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Saat keluarga sedang fokus menyelamatkan orang yang dicintai, kami sering kali kebingungan mencari ambulans dengan biaya yang terjangkau. Program seperti ini sangat meringankan dan membuat kami merasa tidak sendirian,” ujar salah seorang keluarga pasien asal Bangka yang pernah menjalani pengobatan di Jakarta.
Pengakuan serupa disampaikan warga asal Belitung yang menilai program tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau sudah mengurus orang sakit, semua pikiran bercampur menjadi satu. Kehadiran ambulans gratis ini membuat beban kami jauh berkurang. Kami benar-benar merasakan perhatian dari pemerintah daerah,” katanya.
Agar pelayanan berjalan efektif dan tepat sasaran, program ini diperuntukkan bagi pasien lanjut usia yang mengalami keterbatasan mobilitas, penyandang disabilitas, pengguna kursi roda atau alat bantu jalan, pasien yang secara medis tidak memungkinkan menggunakan kendaraan umum, serta pasien non kritis yang tidak memerlukan tindakan medis intensif selama perjalanan.
Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut dapat menghubungi koordinator resmi Pemprov Babel di Jakarta maupun Palembang melalui layanan telepon dan WhatsApp yang telah disediakan atau melakukan pendaftaran melalui tautan resmi program.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah hingga kepala desa untuk ikut menyosialisasikan layanan tersebut agar tidak ada warga yang kehilangan hak memperoleh fasilitas kesehatan hanya karena kurangnya informasi.
Program “SAHABAT HIDAYAT ARSANI” menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Babel dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih manusiawi. Sebab bagi Hidayat Arsani, keberhasilan sebuah pemerintahan bukan semata diukur dari pembangunan fisik yang berdiri megah, tetapi dari seberapa besar kehadiran pemerintah mampu menghadirkan rasa aman, harapan, dan ketenangan bagi masyarakat ketika mereka sedang menghadapi ujian hidup yang paling berat. (BELVA)


