BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Bupati Bangka Barat Markus memilih cara yang berbeda saat menutup rangkaian Mentok Food Festival 2026 di Lapangan Golf Kota Mentok, Minggu (21/6/2026). Sebelum menghadiri seremoni penutupan, ia lebih dahulu berjalan menyusuri deretan stan UMKM, menyapa pedagang, berbincang dengan pelaku usaha, mencicipi produk kuliner lokal, hingga melayani warga yang mengajak bersalaman dan berswafoto.
Langkah itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat maupun pelaku usaha yang selama lima hari mengikuti festival kuliner tersebut. Mereka menilai kehadiran kepala daerah secara langsung menjadi bentuk perhatian terhadap geliat ekonomi rakyat yang tumbuh melalui kegiatan tersebut. Penutupan Mentok Food Festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Forkopimda, serta ribuan masyarakat.
Suasana malam penutupan tidak hanya dipenuhi hiburan musik dan keramaian pengunjung. Di sela-sela bazar, Markus beberapa kali menghentikan langkahnya untuk mendengarkan cerita para pedagang.
Sebagian mengaku dagangannya habis lebih cepat dibanding hari-hari biasa. Sebagian lainnya berharap festival serupa dapat digelar secara rutin karena dinilai mampu mendatangkan pembeli dari berbagai kecamatan.
Bagi pelaku UMKM, momen seperti itu memiliki arti tersendiri.
Siti (42), penjual kuliner, mengaku tidak menyangka lapaknya didatangi langsung oleh Bupati.
“Beliau datang, menyapa kami, bertanya bagaimana jualan selama festival. Bagi kami itu sederhana, tetapi sangat berarti. Kami merasa pemerintah benar-benar hadir melihat kondisi kami secara langsung,” katanya.
Hal senada disampaikan Rudi (38), penjual minuman lokal.
“Ramai pembeli selama festival. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kalau pemerintah terus mendukung, UMKM tentu semakin semangat berkembang,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, Mentok Food Festival menghadirkan ratusan stan UMKM yang menawarkan kuliner, minuman, dan berbagai produk lokal. Kawasan Lapangan Golf Mentok dipadati pengunjung dari berbagai wilayah sehingga menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyebut festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan memperluas pasar bagi produk lokal.
Di balik kemeriahan panggung hiburan, festival tersebut memperlihatkan bahwa ruang publik juga dapat menjadi ruang ekonomi.
Semakin lama masyarakat berada di lokasi, semakin besar peluang transaksi yang terjadi.
Semakin banyak komunitas dan hiburan yang dihadirkan, semakin tinggi pula daya tarik festival bagi pengunjung.
Pola inilah yang kini banyak diterapkan berbagai daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis event.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin menaruh perhatian pada bagaimana seorang pemimpin hadir di tengah warganya.
Bukan hanya melalui pidato atau seremoni, tetapi melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Pada penutupan Mentok Food Festival, Markus memilih tidak hanya berdiri di atas panggung. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog dengan pedagang, mendengar cerita mereka, sekaligus melihat secara langsung dinamika ekonomi yang berlangsung di lapangan.
Pendekatan seperti ini dinilai sejumlah pengunjung sebagai bentuk kepemimpinan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Sudah lama kami menunggu hiburan seperti ini. Ramai, aman, banyak makanan dan anak-anak juga senang. Kami berharap pemerintah terus mendukung kegiatan seperti ini,” ujar seorang pengunjung.
Mentok Food Festival memperlihatkan bahwa festival daerah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam satu ruang.
Bagi pelaku UMKM, festival menjadi kesempatan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Bagi masyarakat, festival menjadi ruang rekreasi dan kebersamaan.
Sementara bagi pemerintah daerah, kegiatan semacam ini menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyatakan kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif di daerah.
Ketika lampu panggung mulai dipadamkan dan rangkaian Mentok Food Festival 2026 resmi berakhir, yang tersisa bukan hanya kenangan tentang konser musik atau ramainya bazar kuliner.
Bagi banyak pelaku UMKM, yang paling membekas adalah perhatian yang mereka rasakan. Sebab, di tengah keramaian festival, mereka melihat seorang kepala daerah yang tidak hanya menutup acara secara seremonial, tetapi juga meluangkan waktu untuk menyapa, mendengar, dan memastikan denyut ekonomi rakyat benar-benar menjadi bagian dari pembangunan Bangka Barat. (BELVA)

