Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat, Eddy Nayu, meminta peningkatan sistem keamanan modern di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, di tengah rencana pembangunan dan penambahan dermaga baru yang saat ini mulai disiapkan.
Menurut Eddy Nayu, pembangunan pelabuhan tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas kendaraan dan mobilitas penumpang, tetapi juga harus dibarengi penguatan pengawasan agar Tanjung Kalian tidak terus menjadi jalur rawan penyelundupan barang ilegal.
“Jika pemerintah dan ASDP ingin meningkatkan pelayanan penyeberangan, maka sistem pengamanannya juga harus ditingkatkan. Jangan sampai pembangunan hanya memperbesar pelabuhan, tetapi pengawasannya tetap lemah,” kata Eddy Nayu saat diwawancarai di Gedung DPRD Bangka Barat, Senin (25/05/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan publik terhadap maraknya kasus penyelundupan yang berulang kali terungkap di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai dari timah ilegal, BBM jenis solar tanpa dokumen, pupuk ilegal hingga narkotika, semuanya pernah digagalkan aparat saat melintas di pelabuhan utama penghubung Bangka dan Sumatera tersebut.
Bagi Eddy Nayu, rentetan kasus itu menjadi tanda bahwa pengawasan di kawasan pelabuhan harus dibangun dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.
Ia menilai pemeriksaan manual sudah tidak lagi cukup menghadapi berbagai modus penyelundupan yang semakin canggih.
“Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh sejak awal kendaraan maupun barang masuk ke area pelabuhan. Dengan sistem yang lebih modern, maka potensi penyelundupan bisa ditekan,” ujarnya.
Eddy Nayu bahkan mendorong penggunaan alat pemindai X-Ray seperti yang diterapkan di bandara untuk memperketat pengawasan kendaraan logistik dan barang bawaan yang masuk ke kapal penyeberangan.
Menurut dia, pelabuhan sebesar Tanjung Kalian seharusnya sudah memiliki sistem keamanan modern karena merupakan pintu utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat Bangka Belitung.
“Jika barang-barang ilegal masih bisa lolos hingga masuk ke kapal atau pelabuhan, berarti ada sistem yang perlu dievaluasi secara serius,” katanya.
Dalam pandangan Eddy Nayu, Pelabuhan Tanjung Kalian bukan hanya fasilitas penyeberangan biasa.
Pelabuhan itu merupakan wajah ekonomi Bangka Barat sekaligus gerbang strategis yang menentukan keamanan distribusi barang antarwilayah.
Karena itu, pembangunan dermaga baru harus dijadikan momentum pembenahan sistem pengamanan secara menyeluruh.
Ia mengingatkan, pembangunan fisik tanpa pengawasan yang kuat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Pembangunan harus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jangan sampai peningkatan mobilitas malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan ilegal,” ucapnya.
Di tengah padatnya aktivitas penyeberangan di Tanjung Kalian, Eddy Nayu menilai keamanan pelabuhan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak.
Menurut dia, diperlukan sinergi kuat antara ASDP, kepolisian, aparat keamanan, pemerintah daerah hingga instansi terkait lainnya agar pengawasan berjalan efektif.
“Keamanan pelabuhan adalah tanggung jawab bersama. Harus ada sinergi yang kuat antara pengelola pelabuhan dan aparat penegak hukum,” katanya.
Tidak hanya berbicara soal keamanan, Eddy Nayu juga menyoroti pentingnya pembangunan pelabuhan yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat sekitar.
Ia berharap keberadaan Pelabuhan Tanjung Kalian mampu membuka lebih banyak ruang pemberdayaan ekonomi lokal, mulai dari pertumbuhan UMKM, sektor jasa, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Mentok dan sekitarnya.
Menurut dia, kawasan pelabuhan memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat jika dikelola secara serius dan terintegrasi.
“Pembangunan pelabuhan harus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. UMKM perlu diberdayakan, fasilitas publik diperbaiki dan lapangan kerja harus dibuka lebih luas,” ujarnya.
Pernyataan Eddy Nayu memperlihatkan citra seorang legislator yang mencoba mendorong keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan perlindungan masyarakat.
Di tengah derasnya arus pembangunan fisik, ia menilai keamanan dan kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Sebab bagi masyarakat Bangka Barat, Pelabuhan Tanjung Kalian bukan hanya gerbang ekonomi.
Lebih dari itu, pelabuhan tersebut juga menjadi simbol kepercayaan publik terhadap hadirnya negara dalam menjaga jalur distribusi paling sibuk di ujung barat Pulau Bangka. (BELVA)


