Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Sebanyak 1.943 santri dan santriwati dari seluruh Kabupaten Bangka Barat mengikuti Wisuda XXIII TKA/TPA LPPTKA-BKPRMI Tahun 1447 H/2026 M di Lapangan Atletik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (13/6/2026).
Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut para santri yang diwisuda hari ini merupakan aset berharga daerah sekaligus investasi masa depan pembangunan Bangka Barat.
Menurut Yus, pendidikan agama sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.
“Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah aset berharga daerah dan bangsa yang kelak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, beriman, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan baik menuju Bangka Barat Bermartabat,” kata Yus dalam sambutannya.
Prosesi wisuda yang diikuti hampir dua ribu santri itu berlangsung meriah dan penuh haru. Ribuan orang tua turut hadir menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an setelah melewati berbagai tahapan pembelajaran dan ujian.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, momentum tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, wisuda menjadi simbol keberhasilan bersama dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki pondasi keimanan dan akhlak yang kuat.
Yus menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama agar daerah mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Pendidikan agama tidak boleh dipandang sebagai pelengkap. Justru dari sinilah pondasi utama pembangunan manusia dibentuk,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak-anak sejak dini.
Menurut Yus, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga menjadi sarana membentuk nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian sosial dan tanggung jawab.
“Untuk mewujudkan generasi rabbani tentunya dibutuhkan komitmen dan usaha bersama. Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara iman, takwa, ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus mendorong pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Bangka Barat Bermartabat.
Menurutnya, daerah membutuhkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan identitas budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Yus juga memberikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan Al-Qur’an di Bangka Barat.
Ia menilai keberhasilan 1.943 santri menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dedikasi para guru yang dengan sabar membimbing anak-anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an.
Selain itu, Yus mengajak para orang tua untuk terus mendampingi proses pendidikan anak di rumah.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Kepada orang tua, saya mengajak untuk terus mendampingi dan membimbing anak-anak agar senantiasa dekat dengan nilai-nilai agama. Pendidikan agama menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda,” katanya.
Yus juga mengingatkan para santri bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, wisuda menjadi awal untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan hari ini bukan akhir dari proses belajar. Ini langkah awal untuk terus membaca, memahami, mengamalkan dan mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di hadapan ribuan santri dan orang tua yang memadati lokasi acara, Yus menegaskan bahwa masa depan Bangka Barat sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.
Menurut dia, pembangunan yang paling bernilai bukan hanya pembangunan jalan, gedung, maupun fasilitas publik, melainkan pembangunan manusia yang berkarakter, berilmu dan berakhlak mulia.
“Ketika anak-anak diajarkan mengenal Al-Qur’an sejak dini, sesungguhnya kita sedang menanam benih masa depan daerah. Mereka inilah yang kelak akan menjadi pemimpin, guru, tenaga kesehatan, pengusaha dan penggerak pembangunan Bangka Barat,” tutupnya. (BELVA)


