Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bangka Barat, Abi Mayu, mengajak generasi muda dan nelayan untuk bergabung dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Menurutnya, radio amatir masih memiliki peran vital dalam komunikasi darurat saat bencana maupun kondisi krisis.
Hal itu disampaikan Abi Mayu saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ORARI Daerah Kepulauan Bangka Belitung ke-24 di Pantai Batu Rakit, Mentok, Sabtu (13/6/2026) malam.
Di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih, Abi Mayu menilai banyak masyarakat mulai melupakan fungsi strategis radio amatir. Padahal, ketika jaringan telepon seluler lumpuh akibat bencana, radio justru menjadi alat komunikasi yang paling bisa diandalkan.
“Ketika terjadi bencana, sering kali jaringan telepon seluler tidak dapat digunakan. Dalam kondisi seperti itu, radio amatir menjadi sarana komunikasi yang sangat penting. ORARI telah membuktikan perannya dalam membantu masyarakat, termasuk saat pencarian nelayan yang hilang di laut maupun dalam situasi kedaruratan lainnya,” kata Abi Mayu.
Menurut dia, kontribusi ORARI selama ini tidak hanya dirasakan oleh komunitas radio amatir, tetapi juga masyarakat luas. Organisasi tersebut kerap menjadi bagian dari sistem komunikasi darurat ketika terjadi gangguan jaringan telekomunikasi.
Abi Mayu mengatakan, tantangan terbesar ORARI saat ini adalah regenerasi anggota. Ia melihat masih sedikit generasi muda yang tertarik mengenal dunia radio amatir karena lebih akrab dengan telepon pintar dan media sosial.
Padahal, kata dia, ORARI bukan sekadar wadah hobi komunikasi, melainkan organisasi yang memiliki nilai pengabdian dan kemanusiaan.
“Saya berharap ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik mengenal dan bergabung dengan ORARI. Organisasi ini bukan hanya tentang hobi komunikasi, tetapi juga tentang pengabdian, kemanusiaan, kebencanaan dan menjaga kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Abi Mayu menjelaskan, sejarah kebencanaan di Indonesia menunjukkan bahwa radio amatir memiliki peran besar dalam membantu proses komunikasi darurat.
Saat tsunami Aceh tahun 2004, misalnya, banyak jaringan komunikasi modern lumpuh total. Dalam kondisi tersebut, operator radio amatir menjadi salah satu pihak yang membantu menyampaikan informasi dari wilayah terdampak kepada dunia luar.
Peran yang sama juga terlihat dalam berbagai bencana lain, mulai dari gempa Yogyakarta, tsunami Palu, hingga sejumlah banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.
Keunggulan radio amatir, menurut Abi Mayu, terletak pada kemampuannya beroperasi secara mandiri meski listrik dan jaringan telekomunikasi terganggu.
“Ini yang sering dilupakan. Ketika teknologi modern tidak bisa digunakan, radio masih bisa bekerja. Karena itu ORARI harus terus diperkuat,” katanya.
Selain menyasar generasi muda, Abi Mayu juga mendorong para nelayan untuk bergabung dengan ORARI.
Menurutnya, nelayan merupakan kelompok yang paling membutuhkan komunikasi alternatif karena sering beraktivitas di wilayah laut yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler.
Dengan memanfaatkan jaringan radio, nelayan dapat lebih mudah berkomunikasi ketika menghadapi cuaca buruk, kerusakan mesin, maupun kondisi darurat lainnya.
“Kalau memungkinkan, semakin banyak nelayan yang bergabung dengan ORARI. Dengan begitu mereka memiliki rasa aman dan terlindungi ketika berada di laut,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan ORARI dapat menjadi bagian dari sistem perlindungan bagi nelayan sekaligus memperkuat keselamatan pelayaran di Bangka Belitung.
Abi Mayu juga menyoroti peran ORARI dalam menjaga konektivitas wilayah-wilayah terluar Indonesia.
Menurutnya, masih ada sejumlah kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan komunikasi modern. Dalam kondisi tersebut, radio amatir tetap menjadi sarana komunikasi yang efektif.
“Di pulau-pulau terluar, ketika sinyal telepon seluler tidak tersedia, radio amatir masih bisa digunakan. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas dan kehadiran negara,” katanya.
Karena itu, ia berharap ORARI terus berkembang dan mampu menarik lebih banyak anggota dari berbagai kalangan.
Perayaan HUT ORARI ke-24, kata Abi Mayu, harus menjadi momentum memperkuat organisasi agar semakin berkontribusi dalam bidang kebencanaan, keselamatan nelayan, pendidikan teknologi komunikasi dan pembinaan generasi muda.
“Selamat ulang tahun ke-24 ORARI Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Semoga semakin besar, semakin banyak anggotanya dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat,” tutup Abi Mayu. (BELVA)

