BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Jumat pagi, 7 Agustus 2026, menjadi hari yang berbeda bagi Reahan Alfaro dan Muhammad Farel Kenzo.
Keduanya bukan datang ke Klinik Si Dokkes Polres Bangka Barat untuk sekadar mendapatkan layanan kesehatan. Bagi dua bocah dari keluarga kurang mampu itu, Jumat pagi tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh khitan gratis tanpa harus membebani orang tua dengan biaya.
Reahan berasal dari Desa Air Nyatoh. Sementara Muhammad Farel Kenzo datang dari kawasan Tanjung Mentok.
Keduanya menjadi penerima manfaat program Khitanan Gratis Jumat Berkah yang digelar Polres Bangka Barat.
Di ruang pelayanan Klinik Si Dokkes, tindakan medis berlangsung. Namun di balik proses tersebut, ada makna yang lebih besar tentang sebuah upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Program itu menjadi bagian dari kegiatan sosial Polres Bangka Barat untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Kapolres Bangka Barat melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak.
Menurutnya, Jumat Berkah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian Polri agar kehadiran polisi dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Atas arahan Ibu Kapolres AKBP Helen Simanjuntak, kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan dan aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung,” kata Yos.
Khitan gratis tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat.
Bagi sebagian keluarga, kebutuhan kesehatan anak bisa menjadi persoalan tersendiri ketika kondisi ekonomi terbatas. Karena itu, layanan gratis menjadi bantuan yang memiliki arti lebih dari sekadar pelayanan medis.
“Khitan gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan layak,” ujarnya.
Bagi Polres Bangka Barat, pelayanan seperti ini menjadi cara lain untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Jika patroli dan pengamanan menghadirkan rasa aman, maka pelayanan sosial diharapkan menghadirkan rasa dekat.
Di situlah makna Jumat Berkah menemukan bentuknya.
Bukan hanya tentang tindakan medis. Bukan pula sekadar tentang dua anak yang menjalani khitan.
Ada keluarga yang bebannya sedikit berkurang. Ada anak-anak yang memperoleh pelayanan kesehatan secara layak. Dan ada senyum yang lahir dari sebuah kepedulian.
Program Jumat Berkah Si Dokkes Polres Bangka Barat pun menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat hadir dalam banyak bentuk.
Kadang melalui tugas menjaga keamanan. Kadang melalui pelayanan kesehatan. Dan pada Jumat pagi itu, pengabdian hadir melalui sebuah khitan gratis yang membuat dua bocah dan keluarganya pulang membawa cerita berbeda.
Sederhana, tetapi bermakna.
Sebab bagi masyarakat yang membutuhkan, perhatian kecil dari sebuah institusi bisa terasa sebagai bantuan yang besar. (Belva)


