BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Pembangunan bagi masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk gedung megah atau infrastruktur berskala besar. Terkadang, pembangunan justru terasa dari sesuatu yang sederhana tentang jamban yang lebih sehat, rumah yang lebih layak, hingga tempat perlindungan bagi warga yang berada dalam kondisi rentan.
Kebutuhan-kebutuhan dasar itulah yang menjadi bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Arsari Tambang melalui PT Aega Prima di Kabupaten Bangka Barat.
Sejumlah program PPM tersebut secara simbolis diresmikan di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Rabu (23/9/2026).
Program yang digulirkan mencakup pembangunan 55 unit jamban sehat di Desa Kelabat dan Desa Puput, Kecamatan Parittiga. Selain itu, terdapat pembangunan rumah perlindungan sosial untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
PT Aega Prima juga merealisasikan empat unit Rumah Layak Huni (RLH) yang tersebar di Desa Teluk Limau, Desa Sekarbiru dan Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga.
Komisaris PT Aega Prima, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, PPM tidak hanya diarahkan pada bantuan fisik, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi kreatif kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur sosial, pelestarian lingkungan hingga penguatan kelembagaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Perusahaan sangat peduli pada kesejahteraan masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan kepada masyarakat di Bangka Barat,” kata Harwendro.
Ia mengatakan perusahaan juga terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah agar program yang dijalankan dapat mendukung pembangunan Kabupaten Bangka Barat.
Harwendro pun mengajak berbagai pihak untuk menjadikan pembangunan daerah sebagai kerja bersama.
“Mari bersama-sama membangun Bangka Barat,” sebut Harwendro.
Program PPM tersebut bukan kali pertama Arsari Tambang memberikan dukungan kepada masyarakat Bangka Barat.
Manager PPM Arsari Tambang, Suyudi, mengatakan berbagai bantuan sosial telah disalurkan perusahaan di sejumlah sektor sejak beberapa tahun sebelumnya.
Karena itu, program yang berjalan pada 2026 disebutnya sebagai bagian dari kesinambungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
“Program PPM di Bangka Barat bukan baru tahun 2026. Sejak beberapa tahun yang lalu kami sudah sangat konsisten menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat,” ujar Suyudi.
Ia mengatakan perusahaan berupaya agar bantuan tidak berhenti pada satu periode. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.
Suyudi bahkan berharap program PPM dan CSR dapat kembali dikucurkan pada 2027.
“Doakan di tahun 2027 bantuan PPM atau CSR ini di Bangka Barat terus dikucurkan. Tentunya akan terus berkembang bantuannya mencakup wilayah ring dua dan ring tiga masyarakat,” jelasnya.
Menurut Suyudi, perusahaan akan terus berupaya memberikan kontribusi meskipun terdapat keterbatasan dalam pelaksanaannya.
“Dengan segala keterbatasan kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyambut baik pelaksanaan berbagai program tersebut.
Bupati Bangka Barat Markus, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sidharta Gautama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Arsari Tambang, khususnya PT Aega Prima.
Menurut pemerintah daerah, dukungan melalui program PPM maupun CSR dapat membantu mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Berbagai program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka percepatan penanganan masalah-masalah sosial di masyarakat,” ujar Sidharta saat membacakan sambutan Bupati Markus.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, bantuan tersebut dinilai dapat menjadi pemantik bagi peningkatan kesejahteraan warga di Bangka Barat.
Sidharta berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dapat terus dipertahankan dan diperkuat.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Aega Prima atas komitmen dan bentuk nyata kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah. Semoga kolaborasi ini menjadi tanggung jawab dan kepedulian bersama yang semakin kokoh di masa depan,” ujar Sidharta.
Dari jamban sehat hingga rumah layak huni, program PPM tersebut memperlihatkan bagaimana pembangunan dapat menyentuh kebutuhan paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi warga yang membutuhkan, sebuah rumah yang layak bukan hanya tempat berlindung. Jamban yang sehat bukan sekadar fasilitas sanitasi. Begitu pula perlindungan sosial bukan hanya bangunan, melainkan ruang untuk memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian.
Di titik itulah kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat menemukan maknanya: pembangunan tidak hanya diukur dari apa yang dibangun, tetapi juga dari seberapa jauh manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Kegiatan peresmian berlangsung lancar dan dihadiri unsur Forkopimda Bangka Barat, perwakilan PT Aega Prima, masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Penulis: Belva Al Akhab


