BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Bagi sebagian orang, air mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun ketika kemarau berkepanjangan membuat sumber air mulai menyusut, mendapatkan air bersih dapat berubah menjadi persoalan yang tidak sederhana.
Kondisi itu mulai dirasakan sejumlah warga Desa Ranggi Asam, Kabupaten Bangka Barat. Pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin sulit diperoleh seiring kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Di tengah kesulitan itu, bantuan datang dari sosok yang selama ini dikenal warga sebagai penjaga keamanan desa.
Bhabinkamtibmas Desa Ranggi Asam, Aipda Asep, turun langsung menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan pada Senin, 21 September 2026.
Air tersebut diberikan kepada masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat berkurangnya sumber air.
Bantuan itu menjadi lebih dari sekadar distribusi air. Bagi warga yang sumber airnya mulai menipis, setiap pasokan yang datang berarti kesempatan untuk kembali menjalankan aktivitas rumah tangga tanpa harus terlalu jauh mencari air.
Kehadiran Aipda Asep juga memperlihatkan bagaimana peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di tengah kehidupan warga desa, persoalan yang dihadapi masyarakat sering kali jauh lebih sederhana sekaligus mendasar tentang air untuk memasak, mencuci dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, ketika kekeringan mulai dirasakan, Bhabinkamtibmas ikut merespons keadaan tersebut dengan membantu menyalurkan air bersih.
Bagi masyarakat, kehadiran polisi di tengah situasi seperti itu memberikan pesan bahwa pelayanan tidak selalu hadir dalam bentuk penanganan gangguan keamanan. Pada kondisi tertentu, pelayanan justru hadir ketika masyarakat sedang menghadapi kebutuhan paling dasar.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso, mengatakan kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari peran Bhabinkamtibmas.
“Bhabinkamtibmas merupakan personel yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika warga menghadapi persoalan, termasuk kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan, diharapkan personel dapat hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujar Yos.
Menurut Yos, kepedulian terhadap kondisi warga merupakan bagian dari pelayanan kepolisian yang dilakukan secara cepat, tepat dan humanis.
“Yang dilakukan Aipda Asep ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga binaannya. Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga yang terdampak kekeringan,” katanya.
Kekeringan pada akhirnya bukan hanya perkara cuaca. Ketika sumber air berkurang, dampaknya langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Di Desa Ranggi Asam, persoalan itu menjadi pengingat bahwa kebutuhan paling mendasar sekalipun dapat menjadi sulit ketika alam sedang tidak bersahabat.
Dan pada saat air mulai menipis, kehadiran seorang Bhabinkamtibmas di tengah warga menjadi bentuk sederhana dari pelayanan yang datang, melihat kesulitan, lalu membantu sebisanya. (Belva)


