PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM – Sejenak, jalanan Kota Pangkalpinang bukan lagi sekadar jalur kendaraan. Sabtu (29/8/2026), ruas jalan itu berubah menjadi panggung terbuka tempat Merah Putih, kreativitas dan senyum masyarakat bertemu dalam satu perayaan.
Sebanyak 81 kendaraan hias tampil dalam Pawai Kendaraan Hias untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan pasang mata menyaksikan parade yang sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan kemerdekaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kemeriahan tak hanya lahir dari warna-warni kendaraan. Di balik setiap ornamen, terdapat semangat peserta untuk menerjemahkan arti kemerdekaan melalui kreativitas.
Pusat kegiatan berlangsung di panggung kehormatan, samping Polsek Taman Sari. Sebelum deru mesin memenuhi jalan, suasana terlebih dahulu dibuat hening dan khidmat ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan dinyanyikan bersama.
Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, kemudian membuka resmi pawai tersebut.
Bersama jajaran Forkopimda Provinsi Babel dan Kota Pangkalpinang, Fery mengibarkan bendera start. Sejurus kemudian, barisan kendaraan mulai bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan.
Fery menegaskan, pawai tidak semata-mata disiapkan sebagai hiburan rakyat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat persatuan.
“Pawai ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan. Melalui kreativitas yang ditampilkan, kita ingin semangat kemerdekaan dapat dirasakan dan dirayakan bersama oleh seluruh masyarakat,” ujar Fery.
Iring-iringan kendaraan Polda Kepulauan Bangka Belitung menjadi pembuka parade.
Beragam armada kepolisian melintas, mulai kendaraan pengatur lalu lintas hingga kendaraan pendukung lainnya. Warga yang sejak awal menunggu di sepanjang jalan langsung mengarahkan pandangan ke barisan kendaraan tersebut.
Namun, kejutan berikutnya datang dari langit.
Helikopter Polda Babel melakukan atraksi udara. Suara baling-balingnya menggema di atas kota, membuat warga spontan menengadah. Anak-anak menunjuk ke langit, sementara sebagian masyarakat mengabadikan momen itu melalui kamera ponsel.
Pemandangan tersebut membuat perayaan kemerdekaan terasa semakin dekat dan hidup.
Dari udara, perhatian kembali ditarik ke jalan.
Kendaraan hias dari berbagai instansi, organisasi, hingga partai politik mulai mengular. DPD Partai Golkar Babel turut menjadi bagian dari barisan yang memperpanjang kemeriahan parade.
Di tengah arus kendaraan hias, sosok Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani juga menjadi magnet perhatian masyarakat.
Sepanjang perjalanan menuju garis finis di Jalan Ahmad Yani melalui Jalan Kampung Opas, Hidayat tampak menyapa warga. Ia membagikan makanan ringan dan menyempatkan diri berfoto bersama masyarakat.
Interaksi tersebut menciptakan suasana yang lebih cair. Pawai tidak lagi sekadar mempertemukan peserta dengan penonton, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat.
Setelah rombongan kendaraan hias, parade memasuki kategori motor hias.
SMK Negeri 2 Pangkalpinang menjadi pembuka. Para pelajar menampilkan kendaraan dengan berbagai ornamen khas kemerdekaan. Kreativitas anak-anak muda itu menjadi gambaran bahwa nasionalisme dapat tumbuh melalui ruang-ruang ekspresi yang sederhana, tetapi bermakna.
Kategori motor hias kemudian ditutup dengan aksi Tim Motor Bareta yang tampil gagah di hadapan masyarakat.
Berikutnya, giliran kategori mobil hias mengambil alih jalur pawai.
Rombongan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel menjadi salah satu pembuka, sebelum puluhan peserta lainnya menyusul.
Pada kategori motor hias, tercatat **3 peserta tingkat SMA, 7 peserta instansi/BUMN dan 18 peserta umum**.
Sedangkan kategori mobil hias diikuti 28 peserta instansi dan 25 peserta umum.
Puluhan peserta itu datang membawa identitas dan kreativitas masing-masing. Namun, tujuan mereka bertemu pada satu titik yang sama merayakan kemerdekaan.
Sepanjang rute, masyarakat terus memadati sisi jalan. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang membawa anak-anak dan ada pula yang sengaja berdiri di titik tertentu demi mendapatkan pemandangan terbaik.
Bagi mereka, parade tersebut menjadi hiburan yang hadir langsung di tengah ruang publik.
Namun, di balik kemeriahan itu terselip pesan yang lebih dalam.
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat masa lalu. Ia juga tentang bagaimana masyarakat hari ini menjaga kebersamaan, membangun persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kreativitas.
Karena itu, 81 kendaraan yang melintas bukan sekadar jumlah.
Setiap kendaraan membawa cerita. Setiap ornamen membawa pesan. Dan setiap tepuk tangan warga menjadi bagian dari perayaan yang menyatukan banyak perbedaan.
Pawai Kendaraan Hias HUT ke-81 RI akhirnya menjadi potret kecil wajah kebersamaan Bangka Belitung.
Di jalanan Pangkalpinang, Merah Putih tidak hanya berkibar di atas tiang. Ia hadir dalam kendaraan yang bergerak, dalam senyum warga, dalam kreativitas pelajar, serta dalam semangat masyarakat yang berkumpul merayakan hari kemerdekaan. (Belva)


