BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin terasa, menjaga keamanan masyarakat perlahan membutuhkan cara pandang yang lebih luas. Polisi tidak hanya dituntut hadir ketika gangguan keamanan terjadi, tetapi juga mampu membaca persoalan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kehidupan warga.
Peran itu kini diarahkan kepada sosok yang paling dekat dengan masyarakat tentang Bhabinkamtibmas.
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melakukan penelitian di Polres Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk mengkaji penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) melalui peran Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam rangka adaptasi perubahan iklim di Indonesia.
Penelitian tersebut berlangsung di Gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat, Selasa (11/8/2026).
Tim penelitian dipimpin Kombes Pol Dwi Indra Maulana, S.I.K., bersama Profesor Dr. A. Wahyurudhanto, M.Si., Pembina Rahmadyah Lubis, S.A.P., M.Si., dan AKP Kurniasih, S.A.P., M.Si.
Kedatangan tim diterima langsung Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak bersama pejabat utama dan personel Polres Bangka Barat.
Tema yang diangkat dalam penelitian tersebut cukup berbeda dari pendekatan kepolisian pada umumnya, yakni “Penguatan Implementasi Polmas melalui Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam Rangka Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia.”
Konsep tersebut menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai figur penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Sebab, mereka berada di tengah warga dan memiliki kesempatan untuk melihat langsung persoalan yang terjadi di tingkat desa maupun kelurahan.
Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan Kapolres Bangka Barat menyambut baik penelitian tersebut.
Menurutnya, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat merupakan modal penting untuk memperkuat implementasi Polmas, termasuk dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Bhabinkamtibmas memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan Polmas, peran tersebut dapat diperkuat tidak hanya dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” kata Yos menyampaikan pernyataan Kapolres.
Selama ini, Bhabinkamtibmas dikenal sebagai ujung tombak kepolisian dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Mereka hadir dalam berbagai persoalan warga, melakukan sambang, menyampaikan imbauan serta membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
Melalui konsep Eco-Cops, ruang pengabdian itu diperluas.
Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjadi jembatan antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan dari lingkungan terkecil.
“Ia mengatakan konsep Eco-Cops dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk melalui edukasi dan pencegahan di tingkat masyarakat,” kata Yos.
Ia menambahkan, masyarakat perlu dilibatkan secara langsung karena perubahan iklim dapat menimbulkan berbagai risiko yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
“Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjadi penggerak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko akibat perubahan iklim,” ujarnya.
Bagi Polres Bangka Barat, penelitian tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan pelaksanaan Polmas di lapangan.
Tidak hanya melihat bagaimana Bhabinkamtibmas menjaga hubungan dengan masyarakat, tetapi juga bagaimana hubungan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih peduli dan tanggap terhadap persoalan lingkungan.
“Kami berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat dalam memperkuat pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di wilayah,” kata Yos.
Rangkaian kegiatan penelitian berlangsung dalam sejumlah agenda. Mulai dari pembukaan dan pembacaan doa, sambutan Kapolres Bangka Barat, sambutan Ketua Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri, penyerahan cenderamata hingga foto bersama.
Tim peneliti kemudian melakukan wawancara dengan personel Polres Bangka Barat untuk menggali informasi yang dibutuhkan dalam penelitian tersebut.
Di balik penelitian itu, terdapat sebuah pesan bahwa menghadapi perubahan iklim bukan hanya persoalan teknologi maupun kebijakan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci penting.
Bhabinkamtibmas berada di posisi yang sangat dekat dengan masyarakat untuk membangun kesadaran tersebut.
Jika konsep Eco-Cops dapat diterapkan secara efektif, maka sosok polisi di desa tidak hanya dikenal ketika warga membutuhkan bantuan keamanan. Mereka juga dapat menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kehidupan masyarakat itu sendiri.
Dari pintu rumah warga, jalan desa hingga ruang-ruang pertemuan masyarakat, Bhabinkamtibmas berpeluang membawa pesan sederhana lingkungan yang terjaga adalah bagian dari keamanan dan ketahanan masyarakat menghadapi masa depan.
Kegiatan penelitian STIK Lemdiklat Polri di Polres Bangka Barat berlangsung aman dan lancar. (Belva)


