BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di balik barisan personel Dalmas yang berdiri tegap, ada satu kemampuan yang tak kalah penting dari kekuatan fisik dan keterampilan teknis untuk kemampuan mengendalikan diri.
Hal itu menjadi penekanan Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., saat personel Dalmas Polres Bangka Barat menjalani pelatihan Dalmas lanjutan, Rabu (12/8/2026).
Latihan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Bangka Barat. Personel tidak hanya dilatih menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan, tetapi juga diingatkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Bagi Helen, kesiapan menghadapi massa tidak boleh hanya diukur dari kemampuan teknis. Ketika situasi mulai memanas, justru pengendalian emosi menjadi salah satu kunci agar pengamanan tetap berjalan aman dan terukur.
“Dalam menghadapi masyarakat, personel harus tetap humanis dan tidak mudah terpancing emosi. Pengendalian diri menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tegas Helen.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan Dalmas. Sebab, pengamanan aksi unjuk rasa bukan sekadar persoalan menghadapi massa, melainkan bagaimana polisi mampu menjaga keamanan sekaligus menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Personel pun dituntut memahami prosedur pengamanan dengan baik. Setiap langkah harus dilakukan secara disiplin, profesional dan terukur sesuai perkembangan situasi.
Latihan secara berkala diharapkan dapat membangun kesiapan personel, baik secara fisik maupun mental. Dengan demikian, anggota tidak hanya mampu menjalankan formasi dan prosedur pengamanan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca situasi serta mengambil tindakan secara tepat.
Di tengah potensi dinamika aksi massa, kehadiran polisi diharapkan menjadi jaminan rasa aman bagi masyarakat. Ketegasan tetap diperlukan, tetapi tidak boleh menghilangkan sikap menghormati masyarakat.
“Ketegasan dalam menjalankan tugas harus berjalan beriringan dengan sikap yang humanis,” kata Helen.
Melalui pelatihan tersebut, Polres Bangka Barat berupaya membentuk personel Dalmas yang tidak hanya siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, tetapi juga mampu menjaga kepala tetap dingin ketika situasi berada di bawah tekanan.
Sebab, dalam pengamanan unjuk rasa, kekuatan polisi bukan hanya terletak pada barisan yang kokoh. Kekuatan itu juga terlihat dari kemampuan personel menahan emosi, menghindari provokasi dan tetap menjalankan tugas secara profesional.
Latihan Dalmas pun menjadi pengingat bahwa menghadapi massa bukan berarti harus berhadapan dengan masyarakat. Polisi tetap hadir untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat dan memastikan penyampaian pendapat berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif. (Belva)


