BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Di tengah hilir mudik truk dan kendaraan yang mengantre memasuki kapal penyeberangan, tidak ada lagi ruang bagi pemeriksaan yang sekadar formalitas. Satu demi satu dokumen dibuka, manifest kapal dicocokkan, sementara petugas menelusuri asal hingga tujuan setiap muatan yang akan meninggalkan Pulau Bangka.
Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, kini menjadi salah satu titik pengawasan paling ketat. Gerbang utama menuju Pulau Sumatera itu terus dijaga aparat Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat sebagai upaya memutus mata rantai penyelundupan pasir timah yang selama ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Pengawasan intensif dilakukan selama dua hari berturut-turut, Rabu (5/8/2026) pukul 18.00 WIB hingga Kamis (6/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan dipimpin IPDA Januar Pratama, S.H., bersama personel Satpolairud Polres Bangka Barat.
Setiap kendaraan angkut barang yang hendak menyeberang tak luput dari pemeriksaan. Petugas mencocokkan dokumen kendaraan dengan isi muatan, memeriksa manifest KMP Dharma Kosala dan KMP Dharma Kartika VIII, hingga memastikan seluruh administrasi pengiriman sesuai ketentuan.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung agar seluruh pintu keluar-masuk wilayah diperketat untuk mencegah penyelundupan pasir timah.
“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap kendaraan, muatan, dokumen kapal, manifest, hingga kelengkapan administrasi para sopir. Petugas juga melakukan pendalaman terkait asal barang dan tujuan pengiriman untuk memastikan tidak ada aktivitas yang mengarah pada penyelundupan pasir timah,” kata Iptu Yos Sudarso.
Tidak hanya berhenti pada pemeriksaan dokumen, personel juga melakukan pengecekan di loket penimbangan kendaraan. Berat muatan dibandingkan dengan data administrasi untuk memastikan tidak ada barang yang disembunyikan ataupun dimanipulasi sebelum kendaraan menaiki kapal menuju luar Pulau Bangka.
Suasana pemeriksaan berlangsung tertib. Sopir-sopir yang hendak menyeberang diminta menunjukkan kelengkapan dokumen, sementara petugas memeriksa setiap detail yang dinilai berpotensi menjadi celah penyelundupan.
Dari hasil pengawasan selama dua hari tersebut, polisi memastikan tidak ditemukan aktivitas maupun muatan yang mencurigakan terkait dugaan penyelundupan pasir timah.
Meski hasil pemeriksaan nihil temuan, Polres Bangka Barat memastikan pengawasan tidak akan dikendurkan. Pelabuhan Tanjung Kalian akan terus menjadi fokus pengamanan mengingat posisinya sebagai jalur strategis distribusi barang keluar Pulau Bangka.
“Polres Bangka Barat tidak akan lengah. Pengawasan di pelabuhan akan terus ditingkatkan agar praktik penyelundupan pasir timah dapat dicegah sejak dini, sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tegas Iptu Yos.
Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa perang melawan penyelundupan sumber daya alam tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga lewat pengawasan yang konsisten di setiap pintu keluar wilayah. Di Tanjung Kalian, setiap kendaraan yang melintas kini harus melewati lapis pemeriksaan yang semakin rapat, sebagai upaya menjaga kekayaan alam Bangka Belitung agar tidak keluar melalui jalur ilegal. (Belva)


