BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Puluhan pemuda berseragam biru berdiri berjejer di halaman Wisma Ranggam, Mentok, Bangka Barat, Minggu, 9 Agustus 2026. Di belakang mereka, lambang Kabupaten Bangka Barat terpasang pada bangunan tua yang menjadi lokasi pelantikan.
Hari itu, DPD KNPI Kabupaten Bangka Barat memulai kepengurusan baru untuk periode 2026-2029. Pelantikan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dan dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, Wakil Bupati Yus Derahman, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta organisasi kepemudaan.
Namun, pesan yang dibawa dalam pelantikan itu tidak berhenti pada pengukuhan pengurus. Wakil Bupati Yus Derahman meminta KNPI menjadi ruang bagi pemuda untuk melahirkan gagasan dan karya, bukan sekadar tempat berkumpul atau menghadiri kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, saya ucapkan selamat menjalankan amanah kepada pengurus DPD KNPI Kabupaten Bangka Barat masa bakti 2026-2029,” kata Yus.
Menurut Yus, pelantikan harus menjadi momentum untuk memperkuat tekad pemuda Bangka Barat agar semakin solid, kreatif, berani dan berdaya saing.
Ia berharap KNPI menjadi rumah besar bagi pemuda dengan berbagai latar belakang organisasi.
“Saya berharap KNPI Kabupaten Bangka Barat menjadi rumah besar bagi pemuda Bangka Barat, tempat lahirnya gagasan-gagasan hebat, inovasi, kreativitas dan gerakan nyata untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Bagi Yus, organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam pembangunan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Energi dan gagasan anak muda perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta hubungan antara pemerintah dan organisasi kepemudaan diperkuat melalui kolaborasi.
“Kita bangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh organisasi kepemudaan. Kita satukan energi, kita satukan langkah dan kita satukan semangat untuk mewujudkan Bangka Barat yang maju, bermartabat, dan penuh peluang bagi generasi muda,” katanya.
Pesan itu berlanjut pada persoalan yang lebih sederhana: bagaimana pengurus baru menggunakan organisasi tersebut setelah prosesi pelantikan selesai.
Yus meminta mereka menjaga kekompakan dan persaudaraan. Tetapi ia juga mengingatkan agar KNPI tidak berhenti pada rapat, seremoni, atau sekadar hadir dalam kegiatan.
“Jaga kekompakan, perkuat persaudaraan, hadirkan karya, dan buktikan bahwa pemuda Bangka Barat mampu berkarya,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan kalimat yang menjadi penekanan dalam sambutannya.
“Bukan sekadar duduk dan bicara, bukan sekadar hadir dalam kegiatan. Pemuda Bangka Barat bangkit berkarya, menjadi pelopor perubahan.” tambahnya.
Pesan itu menjadi tantangan bagi kepengurusan KNPI periode 2026-2029. Setelah struktur organisasi terbentuk, pengurus harus menerjemahkan amanah tersebut menjadi program yang dapat dirasakan masyarakat.
Suasana pelantikan terlihat dalam sesi foto bersama. Para pengurus KNPI dengan seragam biru memenuhi barisan belakang, sedangkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, aparat dan tamu undangan berada di bagian depan.
Sejumlah peserta mengepalkan tangan ke udara.
Gerakan itu menjadi simbol persatuan, kekompakan dan keberanian untuk bergerak yang ingin dibangun dalam kepengurusan baru.
Wisma Ranggam sendiri memberi latar yang khas. Bangunan lama dengan jendela dan pintu berdaun, arsitektur kolonial, serta lambang Kabupaten Bangka Barat di bagian depan menjadi saksi dimulainya masa bakti baru organisasi kepemudaan tersebut.
Bangunan yang menyimpan jejak masa lalu itu berhadapan dengan wajah-wajah muda yang membawa agenda masa depan.
Di tempat tersebut, para pengurus tidak hanya menerima legitimasi organisasi. Mereka menerima tanggung jawab untuk mengelola energi pemuda Bangka Barat selama tiga tahun.
Yus berharap KNPI mampu menjadi ruang pertemuan berbagai potensi pemuda. Gagasan yang lahir dari organisasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai pembicaraan, tetapi berkembang menjadi inovasi, kreativitas dan gerakan nyata.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat membutuhkan keterlibatan pemuda dalam pembangunan. Karena itu, komunikasi, sinergi dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat.
“Tempat lahirnya gagasan-gagasan hebat, inovasi, kreativitas dan gerakan nyata untuk kemajuan daerah,” demikian penekanan Yus mengenai peran yang diharapkan dari KNPI.
Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat, antara lain Ketua DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, anggota DPRD Bangka Barat, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, Kepala Rutan Mentok atau yang mewakili, Ketua KONI Bangka Barat, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat hadir didampingi Asisten I, Kepala Bakesbangpol, Kepala Dinsos PMD, Plt. Kepala Dikpora, Plt. Inspektur dan Camat Mentok. Kegiatan dikoordinasikan DPD KNPI Kabupaten Bangka Barat.
Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan posisi KNPI sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Namun, legitimasi organisasi saja tidak cukup.
Pengurus baru akan menghadapi pekerjaan yang lebih konkret: menciptakan ruang kreativitas, membuka kesempatan berkarya, mengembangkan kapasitas pemuda, mendorong kewirausahaan dan memastikan suara generasi muda ikut diperhitungkan dalam pembangunan.
Karena itu, pelantikan di Wisma Ranggam bukanlah garis akhir.
Setelah seragam biru dikenakan, dokumen kepengurusan diserahkan dan foto bersama dilakukan, pekerjaan sebenarnya baru dimulai.
Ada program yang harus disusun. Ada gagasan yang harus diuji. Ada karya yang harus dibuktikan.
Ada satu pesan yang menjadi garis besar pelantikan itu bahwa pemuda Bangka Barat tidak cukup hanya hadir dalam pembangunan. Mereka harus mengambil bagian dan berani menjadi pelopor perubahan. (Belva Al Akhab)


