BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Kepemimpinan tidak lahir semata dari teori yang tertulis di ruang kelas. Ia tumbuh dari keberanian mendengar, ketajaman membaca persoalan dan kemampuan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan realitas di lapangan.
Gagasan itulah yang mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Aktualisasi Kepemimpinan Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg Ke-67 T.A. 2026 di Gedung Catur Prasetya Polres Bangka Barat, Senin (24/8/2026).
Sejak pukul 09.00 WIB, forum tersebut mempertemukan Wakapolres Bangka Barat, para pejabat utama (PJU), perwira dan personel Polres Bangka Barat bersama sejumlah responden eksternal.
Bagi para Serdik Sespimmen, forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangkaian pendidikan. FGD menjadi ruang untuk menguji gagasan kepemimpinan melalui pengalaman dan pandangan orang-orang yang bersentuhan langsung dengan dinamika organisasi maupun pelayanan kepolisian.
Tim Serdik Sespimmen yang dipimpin Kompol Aan Hadi Nugroho Wibowo, S.I.K., menyampaikan materi sekaligus menggali berbagai masukan dari peserta. Diskusi berlangsung dengan menempatkan pengalaman dan perspektif peserta sebagai bagian penting dalam proses aktualisasi kepemimpinan.
Kepemimpinan, dalam konteks kepolisian, pada akhirnya tidak berhenti pada kemampuan memberikan perintah. Seorang pemimpin dituntut mampu memahami persoalan, membangun komunikasi, mengelola sumber daya manusia dan memastikan setiap keputusan memiliki dampak nyata bagi organisasi serta masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Wakapolres Bangka Barat dan Tim Serdik Sespimmen. Setelah itu dilakukan penyerahan cenderamata sebelum forum memasuki sesi utama FGD.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai kepemimpinan.
“FGD ini menjadi ruang diskusi untuk menggali berbagai masukan dan pengalaman, sehingga dapat mendukung proses aktualisasi kepemimpinan para Serdik Sespimmen,” kata Yos.
Menurutnya, pengalaman yang muncul dari lapangan dapat menjadi bahan pembelajaran berharga bagi peserta didik. Sebab, tantangan kepemimpinan di institusi kepolisian tidak selalu dapat dijawab hanya dengan pendekatan teoritis.
Ada persoalan masyarakat yang membutuhkan kepekaan. Ada dinamika internal organisasi yang membutuhkan ketegasan sekaligus kemampuan membangun komunikasi. Ada situasi di lapangan yang menuntut seorang pemimpin mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat dan bertanggung jawab.
Karena itu, Polres Bangka Barat memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan kepemimpinan personel Polri, baik melalui agenda akademik maupun praktik langsung di lapangan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan serta profesionalisme personel Polri,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang semakin kompleks. Profesionalisme tidak hanya diukur dari keberhasilan menangani perkara, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang humanis, transparan dan bertanggung jawab.
FGD kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan. Para peserta melakukan foto bersama sebelum kegiatan berakhir.
Seluruh kegiatan FGD Aktualisasi Kepemimpinan Serdik Sespimmen Dikreg Ke-67 T.A. 2026 di Polres Bangka Barat berlangsung aman dan lancar.
Namun, di balik agenda yang berlangsung beberapa jam itu, terdapat proses yang jauh lebih panjang untuk menyiapkan calon-calon pemimpin kepolisian agar tidak hanya piawai berbicara tentang kepemimpinan, tetapi mampu membuktikannya ketika berhadapan dengan persoalan nyata.
Sebab, pada akhirnya, ukuran seorang pemimpin bukanlah seberapa tinggi jabatannya, melainkan seberapa besar tanggung jawab yang mampu ia pikul ketika keputusan harus dibuat dan masyarakat menunggu kepastian. (Belva)


