BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Bupati Bangka Barat Markus, S.H. memanfaatkan penutupan Mentok Food Festival 2026 untuk menyampaikan arah pembangunan yang ingin dijalankan pemerintah daerah. Di hadapan ribuan warga yang memadati Lapangan Golf Kota Mentok, Minggu (21/6/2026), Markus menegaskan bahwa pembangunan Bangka Barat tidak hanya bertumpu pada proyek infrastruktur, tetapi juga pada penguatan UMKM, penyediaan ruang publik, dan penyelenggaraan festival rakyat yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Festival yang berlangsung selama lima hari itu memang diposisikan sebagai ajang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Mengawali sambutannya, Markus menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, organisasi perangkat daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan acara ini. Kami anggap acara ini sangat sukses,” kata Markus.
Menurut Markus, keberhasilan sebuah festival tidak cukup diukur dari ramainya panggung hiburan. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami berharap dengan adanya acara-acara seperti ini bisa menggerakkan UMKM kita, sehingga secara ekonomi mereka bisa meningkat,” ujarnya.
Selama penyelenggaraan Mentok Food Festival, puluhan stan kuliner dan produk lokal dipadati pengunjung. Aktivitas jual beli di kawasan festival menjadi salah satu indikator meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat selama acara berlangsung.
Dalam pidatonya, Markus mengungkapkan bahwa konsep festival rakyat akan terus dilanjutkan di wilayah lain di Bangka Barat.
Ia menyebut setelah kegiatan serupa digelar di Kecamatan Kelapa dan Mentok, pemerintah bersama penyelenggara berencana membawa festival ke Kecamatan Simpang Teritip. Bahkan, agenda berikutnya disebut telah dipersiapkan pada September mendatang.
Menurut Markus, pemerataan kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM di setiap kecamatan.
Selain membahas UMKM, Markus juga memaparkan rencana pembangunan sejumlah ruang publik.
Ia berharap taman di kawasan UMKM segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga merencanakan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Lapangan Golf Mentok dengan dukungan PT Timah, serta pembangunan hutan kota di kawasan depan Kantor Bupati.
“Kalau ada tempat hiburan dan tempat bermain, masyarakat pasti lebih senang,” ujarnya.
Menurut Markus, pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan fisik, tetapi juga dari tersedianya ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, berinteraksi dan berekreasi.
Dalam kesempatan yang sama, Markus juga mengumumkan dimulainya pembangunan Dermaga II Pelabuhan Tanjung Kalian.
Ia mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/6/2026).
“Sudah beberapa tahun dinantikan, besok akan groundbreaking. Nanti kita menyeberang ke Palembang akan semakin cepat karena sudah ada dua dermaga,” katanya.
Pembangunan dermaga tersebut diharapkan mempercepat arus penyeberangan dari Bangka menuju Sumatera sekaligus meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Prosesi groundbreaking Dermaga II Tanjung Kalian memang telah dilaksanakan pada 22 Juni 2026.
Sepanjang pidatonya, Markus lebih banyak berbicara mengenai program pembangunan dibandingkan menyampaikan pesan-pesan politis.
Mulai dari penguatan UMKM, pemerataan festival rakyat, pembangunan taman kota, ruang terbuka hijau, hingga peningkatan infrastruktur pelabuhan disampaikan sebagai satu rangkaian kebijakan yang saling berkaitan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya membangun citra kepemimpinan yang berorientasi pada program dan pelayanan publik. Namun, keberhasilan visi tersebut pada akhirnya akan dinilai dari pelaksanaannya serta dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menutup sambutannya, Markus mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memohon doa agar dirinya bersama jajaran pemerintah dapat terus menjalankan amanah memimpin Bangka Barat.
Ketika lampu panggung Mentok Food Festival perlahan dipadamkan, festival memang resmi berakhir. Namun, pesan yang ditinggalkan malam itu bahwa pembangunan daerah, menurut Markus, harus berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung seiring dengan meningkatnya kualitas ruang hidup warga. (BELVA)

