PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Senyum Muhammad Ikbal tak mampu disembunyikan ketika melangkah keluar dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Pangkalpinang, Kamis (23/7/2026). Hari itu menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan yang dijalaninya. Namun, kepulangannya juga diiringi sebuah hadiah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mendapatkan satu unit laptop baru dari Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat.
Pemberian laptop tersebut menjadi simbol harapan sekaligus dukungan nyata terhadap upaya membangun masa depan anak-anak yang telah menyelesaikan masa pembinaan. Langkah itu juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi.
Ikbal merupakan salah satu anak binaan yang dinyatakan bebas setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengurangan masa tahanan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.
Di tengah suasana penuh haru itu, Noni Hidayat mengatakan hadiah laptop tersebut bukan sekadar pemberian, melainkan bentuk kepercayaan agar Ikbal dapat membuka lembaran baru melalui pendidikan dan penguasaan teknologi.
“Anak laki-laki biasanya tidak bisa jauh dari gadget. Jadi, ketika tahu ada anak binaan yang bebas hari ini, saya langsung berinisiatif memberikan laptop sebagai bentuk apresiasi. Semoga laptop ini menjadi bekal untuk Ikbal belajar, menulis dan berkarya,” ujar Noni Hidayat.
Menurut Noni, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki kehidupan. Karena itu, dukungan terhadap literasi dan akses teknologi menjadi salah satu jalan agar mereka mampu mengembangkan potensi diri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Bagi Ikbal, hadiah tersebut menjadi kejutan yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Dengan mata berbinar, ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih banyak Ibu Noni atas laptop ini. Saya akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar. Saya ingin mendalami dunia IT, agar punya keterampilan dan bisa meraih masa depan yang lebih baik,” kata Ikbal.
Ia menuturkan, laptop itu akan menjadi sarana untuk belajar dan memperdalam ilmu teknologi informasi yang selama ini menjadi cita-citanya. Baginya, kesempatan yang diberikan harus dijawab dengan kerja keras dan kesungguhan untuk berubah.
Menutup pernyataannya, Ikbal bertekad membuktikan bahwa masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki keterampilan, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Di balik sebuah laptop yang diberikan pada hari kebebasannya, tersimpan pesan bahwa kesempatan kedua selalu layak diperjuangkan. Dengan dukungan, kepercayaan dan akses terhadap pendidikan, setiap anak memiliki peluang untuk menulis kisah baru yang lebih bermakna. (Belva)

