Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Hariyanti
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Di tengah belum pulihnya penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bangka Barat tetap berupaya memastikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu terus berjalan. Selama periode Mei hingga Juni 2026, sedikitnya 350 mustahik menerima manfaat dari berbagai program sosial yang dijalankan lembaga tersebut.
Menariknya, dalam salah satu agenda penyaluran bantuan, Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Sunhendra Nato, memilih menggunakan angkutan umum saat menyalurkan bantuan ke Kecamatan Jebus dan Parittiga. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari efisiensi anggaran agar dana yang tersedia dapat lebih banyak dialokasikan untuk masyarakat penerima manfaat.
“Saya berangkat sendiri ke Jebus dan Parittiga menggunakan kendaraan umum. Yang penting bantuan sampai kepada masyarakat. Kami harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada,” kata Lili saat melakukan penyaluran bantuan di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kamis (11/6/2026).
Menurut Lili, pengumpulan ZIS di Bangka Barat mulai menunjukkan peningkatan meski belum terlalu signifikan. Kondisi tersebut memungkinkan sejumlah program yang sempat tertunda kembali dijalankan.
“Alhamdulillah, pengumpulan ZIS mulai meningkat. Dana yang masuk langsung kami prioritaskan untuk program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang Mei hingga Juni 2026, BAZNAS Bangka Barat menyalurkan bantuan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, bantuan sosial untuk lansia dan anak yatim, hingga dukungan bagi keluarga kurang mampu.
Dalam perspektif pembangunan sosial, program zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek. Dana zakat juga menjadi instrumen untuk menjaga daya tahan masyarakat rentan agar tidak semakin terpuruk akibat tekanan ekonomi.
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah bantuan kesehatan. Menurut BAZNAS, biaya pengobatan sering kali menjadi beban berat bagi keluarga miskin. Ketika akses kesehatan terhambat karena keterbatasan biaya, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu yang sakit, tetapi juga seluruh anggota keluarga.
Karena itu, bantuan kesehatan dinilai sebagai investasi sosial yang dapat membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup.
Selain bantuan kesehatan, BAZNAS Bangka Barat juga menyalurkan santunan kepada 300 mustahik melalui Program Jadub (Jaminan Hidup) Berkah Bersama BAZNAS menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Program tersebut menyasar kelompok masyarakat rentan seperti lansia, anak yatim dan keluarga miskin.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu kebutuhan dapur dan kebutuhan keluarga menjelang Hari Raya Kurban,” kata Lili.
Wakil Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan BAZNAS Bangka Barat, Wasis Utama Edi, menjelaskan bantuan Jadub diberikan sebesar Rp150 ribu per bulan dan disalurkan setiap tiga bulan sekali.
Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial berbasis zakat yang selama ini dijalankan BAZNAS.
“Bantuan kesehatan, pendidikan, dan Program Jadub tetap menjadi prioritas utama kami karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, BAZNAS mengakui sejumlah program sempat mengalami keterlambatan akibat menurunnya penghimpunan dana ZIS dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, ketika dana kembali terkumpul, distribusi segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu bantuan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program zakat sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui lembaga resmi.
Semakin besar dana yang dihimpun, semakin luas pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Mentok, Antini, menilai program-program BAZNAS selama ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Bangka Barat yang selama ini aktif membantu masyarakat. Bantuan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.
Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan yang diterima mungkin tidak besar secara nominal. Namun di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Bagi lansia yang hidup sendiri, anak yatim yang kehilangan tulang punggung keluarga, maupun warga yang sedang menjalani pengobatan, bantuan itu menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hadir di tengah masyarakat.
Ke depan, BAZNAS Bangka Barat berencana melanjutkan penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Kelapa, Tempilang dan Simpang Teritip.
Lembaga tersebut berharap kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya.
Sebab pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberi bantuan. Zakat juga menjadi salah satu cara membangun solidaritas sosial, mengurangi kesenjangan dan memperkuat ketahanan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi. (BELVA)

