BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM— Pagi di SD Negeri 2 Tempilang, Rabu (30/9/2026), tidak hanya diisi aktivitas belajar seperti biasanya. Sejumlah anak berdiri di hadapan dewan juri, guru dan para pendamping. Ada yang melantunkan azan, membaca Al-Qur’an, menyampaikan dakwah, menguji hafalan Juz 30, hingga menuangkan kreativitas lewat kaligrafi.
Mereka tengah mengikuti Festival Seni dan Literasi Islam (FSPI), sebuah kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Tempilang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Festival tersebut resmi dibuka Koordinator Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Koordikpora) Kecamatan Tempilang, Bambang Suwarno, S.Pd, sekitar pukul 07.30 WIB.
Kegiatan itu dihadiri Koordikpora Tempilang, pengawas SD, kepala sekolah dan guru PAI se-Kecamatan Tempilang, guru pendamping, dewan juri serta Komite SD Negeri 2 Tempilang.
Sejumlah perlombaan menjadi bagian dari festival, yakni lomba azan, da’i cilik putra dan putri, tartil putra dan putri, tahfidz Juz 30 putra dan putri, kaligrafi putra dan putri, serta Olimpiade PAI putra dan putri.
Di balik perlombaan tersebut, terdapat proses pembelajaran yang ingin dibangun. Anak-anak tidak hanya diajak memahami materi agama, tetapi juga diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di hadapan orang lain.
Koordikpora Kecamatan Tempilang, Bambang Suwarno, S.Pd, mengapresiasi pelaksanaan FSPI. Ia menilai kegiatan yang digagas KKG PAI tersebut memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mengembangkan potensi anak sejak dini.
“Saya sangat mendukung acara seperti ini, karena tidak hanya memperingati hari besar Islam, tapi juga menjadi wadah pengembangan bakat serta penguatan karakter murid dalam pendidikan islami,” ucap Bambang.
Bambang berharap festival tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan akan memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dalam pendidikan keagamaan.
“Acara seperti ini memang bagus kalau selalu digelar tiap tahunnya karena mereka adalah regenerasi dan harapan kita. Makanya dari dini sudah harus diajarkan untuk paham terhadap agama,” lanjut Bambang.
Harapan tersebut menjadi penting karena pendidikan keagamaan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman mengikuti perlombaan juga memberi kesempatan kepada anak untuk belajar percaya diri, disiplin dan bertanggung jawab terhadap kemampuan yang dimilikinya.
Ketua Panitia FSPI, Sukardi, S.Pd.I, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga kegiatan dapat terlaksana.
Ia melihat dukungan dan antusiasme yang muncul menjadi modal untuk melanjutkan kegiatan serupa pada masa mendatang.
“Puji syukur, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung jalannya acara ini baik secara materi maupun sosial. Semoga ke depannya kita bisa buat lebih meriah lagi agar para peserta yang ikut semakin banyak,” ucap Sukardi.
Melalui FSPI, seni dan literasi Islam dipertemukan dalam satu ruang pendidikan. Anak-anak belajar bahwa kemampuan keagamaan dapat dikembangkan melalui berbagai cara dari suara azan, bacaan Al-Qur’an dan hafalan, hingga kemampuan berbicara dan berkarya.
Festival itu pun menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada murid. Bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan nilai tertinggi, tetapi bagaimana mereka berani tampil, berlatih dan terus mengembangkan kemampuan.
Dari SD Negeri 2 Tempilang, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menghadirkan pesan sederhana untuk pendidikan agama sejak dini membutuhkan ruang untuk dipelajari, dipraktikkan sekaligus dirayakan melalui kreativitas anak-anak.
Penulis: Belva Al Akhab dan Medi Hestri


