BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Jumat (7/8/2026) siang, langkah para jamaah mulai memenuhi halaman masjid di Kecamatan Mentok. Di tengah arus kendaraan dan warga yang hendak menunaikan Salat Jumat, sejumlah polisi wanita (Polwan) berdiri mengawasi situasi.
Seragam cokelat yang mereka kenakan bukan sekadar penanda kehadiran aparat. Hari itu, para Srikandi Polres Bangka Barat membawa dua misi sekaligus untuk menjaga agar ibadah berlangsung aman dan menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui patroli dialogis “Srikandi Menyapa”, Polres Bangka Barat mengerahkan personel Polwan menyambangi sejumlah titik di Kecamatan Mentok.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H.
Rombongan bergerak dari Mako Polres Bangka Barat menuju Masjid Baitul Hikmah dan Masjid Jami’ Mentok. Di kedua lokasi tersebut, personel melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus lalu lintas.
Kehadiran para Polwan menjadi bagian dari upaya memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah tanpa terganggu persoalan keamanan maupun kepadatan kendaraan di sekitar masjid.
Namun, tugas para Srikandi belum selesai ketika Salat Jumat berakhir.
Dari rumah ibadah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Panti Asuhan Aisyiyah Mentok.
Jika sebelumnya mereka berdiri di pinggir jalan mengatur lalu lintas, kali ini mereka datang membawa bantuan dan bingkisan untuk anak-anak panti.
Suasana pun berubah lebih hangat. Pertemuan tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan, tetapi juga pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada pengurus dan penghuni panti.
Bagi Polres Bangka Barat, kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara kepolisian membangun kedekatan dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berusaha hadir dalam ruang-ruang sosial masyarakat.
Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, kegiatan “Srikandi Menyapa” merupakan wujud nyata pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Atas arahan Ibu Kapolres AKBP Helen Simanjuntak, kegiatan Srikandi Menyapa dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Selain memastikan pelaksanaan ibadah Salat Jumat berlangsung aman dan tertib, Polwan Polres Bangka Barat juga hadir berbagi kepedulian kepada anak-anak panti asuhan,” kata Yos.
Ia menegaskan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara polisi dan masyarakat.
“Inilah komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yos, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin kepolisian. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Sebab, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu harus ditandai dengan sirene atau penindakan.
Kadang, kehadiran itu cukup terlihat dari seorang Polwan yang berdiri di depan masjid, memastikan jamaah menyeberang dengan aman.
Kadang pula, kehadiran itu hadir dalam bentuk bingkisan yang diserahkan kepada anak-anak panti asuhan.
Dari masjid hingga panti asuhan, “Srikandi Menyapa” mencoba menunjukkan wajah lain pelayanan kepolisian: tegas ketika menjaga keamanan, tetapi tetap hangat ketika menyentuh kehidupan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Polres Bangka Barat memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan humanis dan upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat.
Di Mentok, Jumat itu, para Srikandi bukan hanya menjalankan patroli. Mereka membawa satu pesan sederhana bahwa kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk peduli. (Belva)


