PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Di tengah upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menghadirkan kabar baik bagi para pekerja sektor informal. Sebanyak 12 ribu pekerja rentan dan pelaku UMKM kini mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program yang diluncurkan langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, di Ballroom Hotel Aston Emidary, Kamis (25/6/2026).
Peluncuran Program Perlindungan Pekerja Rentan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit serta program perlindungan bagi pelaku UMKM melalui BPJS Ketenagakerjaan itu menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat yang bekerja di sektor berisiko tinggi memperoleh perlindungan yang layak.
Suasana acara berlangsung penuh optimisme. Para penerima manfaat yang hadir tampak antusias menyambut program yang dinilai mampu memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Gubernur Hidayat Arsani mengatakan, program tersebut bukan hanya tentang pemberian kartu kepesertaan, tetapi juga menghadirkan harapan dan perlindungan bagi ribuan warga yang selama ini menjadi penggerak roda perekonomian daerah.
“Hari ini, kita tidak hanya meluncurkan sebuah program, tetapi juga menghadirkan harapan bagi 12 ribu pekerja di Bangka Belitung. Mereka adalah petani, pekebun, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang selama ini menggerakkan ekonomi daerah. Sudah menjadi kewajiban kita untuk memastikan mereka bekerja dengan rasa aman dan terlindungi,” ujar Hidayat.
Program tersebut menyasar 12.000 penerima manfaat. Sebanyak 5.000 pekerja rentan memperoleh perlindungan melalui pendanaan DBH Sawit, sementara 7.000 pelaku UMKM dan pekerja sektor informal lainnya mendapatkan perlindungan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Hidayat, perlindungan sosial ketenagakerjaan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam mendukung Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Perlindungan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga pelaku usaha, untuk bersinergi memperluas cakupan perlindungan ini. Kita ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat terbawah,” tegasnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Kuncoro Budi Winarno, menilai langkah yang dilakukan Pemprov Babel sejalan dengan visi pembangunan nasional yang mengedepankan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini adalah upaya BPJS Ketenagakerjaan sebagai instrumen kehadiran negara untuk memastikan warga negara, tidak hanya di sektor formal tetapi juga informal, memiliki akses perlindungan jaminan sosial,” kata Kuncoro.
Ia menjelaskan, hingga saat ini tingkat cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Bangka Belitung telah mencapai 25,48 persen. Selama periode Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah membayarkan 36.593 klaim dan menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 2.102 anak dari peserta yang mengalami risiko pekerjaan.
Di balik angka-angka tersebut, terdapat kisah masyarakat yang kini merasa lebih tenang menghadapi berbagai kemungkinan risiko kerja. Salah satunya adalah Misgiyanti (44), penerima manfaat yang mengaku bersyukur mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program tersebut.
Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah menghadirkan program perlindungan sosial bagi masyarakat kecil.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan BPJS Ketenagakerjaan atas kartu ini. Saya merasa sangat terbantu. Semoga Bapak Gubernur selalu sehat, serta Provinsi Bangka Belitung dan BPJS Ketenagakerjaan semakin maju dan sukses,” ungkapnya.
Peluncuran program ini menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang setiap hari bekerja menghadapi berbagai risiko. Bagi ribuan petani, nelayan, pekebun, pedagang kecil, dan pelaku UMKM di Negeri Serumpun Sebalai, perlindungan sosial bukan sekadar program pemerintah, melainkan kepastian bahwa mereka tidak berjalan sendiri ketika menghadapi musibah dalam bekerja. (BELVA)

