Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
MENTOK, BANGKA BARAT — Pagi yang sejuk menyelimuti Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (18/7/2026). Di kawasan yang menyimpan jejak penting sejarah perjuangan bangsa itu, para pimpinan daerah memilih meninggalkan sejenak kesibukan di balik meja kerja untuk berjalan berdampingan, membangun komunikasi yang lebih cair demi memperkuat sinergi antarlembaga.
Kegiatan jalan sehat yang digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat itu diikuti Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Muntok Andri Ferly bersama Bupati Bangka Barat Markus, Wakil Bupati Bangka Barat, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Dandim 0431/Bangka Barat, Ketua Pengadilan Negeri Mentok, Koordinator Wilayah BIN Bangka Barat, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forkopimda lainnya.
Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin hanya dipandang sebagai olahraga bersama. Namun, di balik langkah-langkah yang menyusuri lereng Bukit Menumbing, tersimpan pesan tentang pentingnya membangun kepercayaan, komunikasi dan koordinasi di antara para pemimpin daerah.
Sepanjang perjalanan, suasana berlangsung hangat. Percakapan yang semula ringan berkembang menjadi ruang bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan daerah. Tidak ada sekat formal sebagaimana dalam ruang rapat. Alam terbuka justru menghadirkan suasana yang lebih akrab sehingga komunikasi berlangsung lebih efektif.
Karutan Kelas IIB Muntok Andri Ferly mengatakan, kebersamaan seperti itu memiliki nilai strategis bagi hubungan antarlembaga. Menurut dia, sinergi yang dibangun melalui komunikasi informal sering kali menjadi modal penting dalam memperkuat koordinasi ketika menghadapi persoalan di lapangan.
“Kegiatan jalan sehat seperti ini memiliki makna penting untuk memperkuat sinergitas dan membangun hubungan yang harmonis antarinstansi,” kata Andri Ferly.
Ia menjelaskan, kolaborasi antarlembaga merupakan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda, tetapi seluruhnya bermuara pada tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bagi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Muntok, kata Andri, dukungan lintas sektor juga berperan dalam menciptakan sistem pembinaan warga binaan yang berjalan optimal. Kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta unsur Forkopimda menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.
Menurut Andri, komunikasi yang terbangun di luar forum resmi mampu memperkuat hubungan personal di antara para pemimpin instansi. Kedekatan tersebut pada akhirnya mempermudah koordinasi ketika harus mengambil keputusan secara cepat dalam situasi tertentu.
“Sinergi yang baik menjadi modal utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan koordinasi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif, termasuk dalam mendukung pembinaan warga binaan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Kabupaten Bangka Barat,” ujarnya.
Bukit Menumbing sendiri bukan lokasi yang dipilih tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu situs bersejarah nasional, tempat sejumlah tokoh proklamator Indonesia pernah menjalani pengasingan pada masa perjuangan kemerdekaan. Nilai historis tersebut memberi makna tersendiri bagi kegiatan yang mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan.
Di tengah lanskap hutan yang masih asri, para peserta menikmati perjalanan sambil sesekali berhenti mengabadikan pemandangan. Namun, lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa membangun daerah memerlukan kekompakan seluruh unsur pemerintahan.
Andri berharap semangat yang terbangun selama kegiatan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurut dia, tantangan pelayanan publik akan semakin kompleks sehingga kolaborasi antarlembaga harus terus diperkuat.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara sehingga kolaborasi antarinstansi semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Di penghujung kegiatan, suasana keakraban masih terasa di antara para peserta. Jalan sehat di Bukit Menumbing bukan sekadar aktivitas menjaga kebugaran, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat jejaring kerja, menyatukan komitmen, dan menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kokoh di antara seluruh pemangku kepentingan.
Di kawasan yang dahulu menjadi saksi perjuangan para pendiri bangsa, para pemimpin Bangka Barat seolah menghidupkan kembali semangat persatuan itu. Kali ini bukan untuk merebut kemerdekaan, melainkan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin berkualitas melalui kolaborasi yang terus terjaga.

