BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Prestasi bukan semata-mata tentang piala dan gelar juara. Bagi generasi muda, keberhasilan sejati juga tercermin dari akhlak, kedisiplinan, keimanan, dan sikap pantang menyerah. Pesan inilah yang menjadi penekanan Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, saat membuka Musabaqoh Anak Shalih dan Shaliha Pendidikan Agama Islam (MUHASAPAI) Kecamatan Mentok ke-IV Tahun 2026, Rabu (7/10/2026).
Di hadapan para peserta didik, guru pendamping, dan jajaran pemangku kepentingan pendidikan, Yus menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti MUHASAPAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam, memperkuat keimanan, serta membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan Musabaqoh Anak Shalih dan Shaliha (MUHASAPAI) Pendidikan Agama Islam Kecamatan Mentok Tahun 2026,” kata Yus dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan pelajar sekolah dasar tersebut dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia.
“Kegiatan positif seperti ini harus tetap konsisten dilaksanakan sebagai wadah pembinaan akhlak mulia dan sarana kompetisi Islami bagi para pelajar kita,” ujarnya.
Di tengah semangat peserta untuk memberikan penampilan terbaik, Yus mengingatkan bahwa hasil akhir perlombaan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurut dia, proses mengikuti kompetisi juga mengajarkan nilai-nilai penting yang dibutuhkan anak dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka, mulai dari disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian hingga ketangguhan menghadapi tantangan.
“Perlombaan bertema Islami ini bukan hanya tentang menang dan menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini mengajarkan kita tentang nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian dan sikap pantang menyerah,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan MUHASAPAI bukan sekadar sebagai agenda perlombaan keagamaan, melainkan juga sebagai bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak didorong untuk berani tampil, menghargai peserta lain, menerima hasil perlombaan dengan lapang dada, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk berkembang.
Pembinaan semacam ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sekolah dan guru berperan dalam memberikan pendidikan, keluarga menjadi lingkungan pertama pembentukan karakter, sedangkan pemerintah daerah dapat mendukung terselenggaranya kegiatan yang memperkuat pendidikan agama dan moral generasi muda.
Yus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi Bangka Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing.
“Mari bersama-sama kita bangun generasi Bangka Barat yang cerdas, berakhlak mulia, berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi hingga ke tingkat yang lebih tinggi, menuju masyarakat Bangka Barat yang bermartabat,” katanya.
Kepada para peserta, Yus menyampaikan pesan agar mereka mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam berperilaku.
“Selamat berlomba! Pantang menyerah, raih prestasi terbaik, dan jadilah generasi Bangka Barat yang Qur’ani, selalu menjunjung tinggi sopan santun, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah,” pesannya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Yus Derahman secara resmi membuka MUHASAPAI Kecamatan Mentok ke-IV Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Henky Wibawa, M.Pd., perwakilan Kantor Kementerian Agama, Plt. Camat Mentok, Koordik dan kepala sekolah dasar se-Kecamatan Mentok, pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI), panitia pelaksana, serta para peserta dan guru pendamping.
Penyelenggaraan MUHASAPAI IV diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda. Harapannya, anak-anak tidak hanya membawa pulang prestasi dari arena perlombaan, tetapi juga menerapkan nilai kejujuran, kedisiplinan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, generasi Qur’ani yang diharapkan tumbuh di Bangka Barat bukan hanya generasi yang mampu berkompetisi, melainkan juga generasi yang menjadikan ilmu, iman dan akhlak sebagai landasan untuk meraih masa depan.
Penulis: Belva Al Akhab


