BANGKA TENGAH, TARGETKRIMINAL.COM — Sebuah daerah tidak hanya tumbuh dari pembangunan fisik. Di balik jalan yang dibangun dan fasilitas publik yang diperkuat, ada pekerjaan yang jauh lebih panjang terhadap membangun manusia agar mampu membaca perubahan, mengolah pengetahuan dan melahirkan gagasan.
Ruang itulah yang kini hendak diperkuat Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Seminar Internasional dan Bedah Buku bertajuk “Strengthening Literacy and the Academic Atmosphere for a Civilized Future”.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna Bangka Tengah, Selasa (20/10/2026), mendapat dukungan langsung dari Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.
Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi panitia dengan Algafry, Kamis (8/10/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan seminar yang menghadirkan akademisi dari Malaysia, Jakarta serta tokoh lokal Bangka tersebut dapat berjalan lancar.
Dalam audiensi, turut hadir Direktur Madania Center, Wakil Bupati Bangka Tengah, Sekretaris Daerah dan Kabag Umum. Sejumlah kebutuhan teknis serta dukungan pemerintah daerah dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pemkab Bangka Tengah menyatakan kesiapan membantu kebutuhan pelaksanaan kegiatan, termasuk konsumsi peserta serta kebutuhan teknis lainnya.
Seminar internasional tersebut akan menghadirkan empat narasumber. Mereka yakni Prof. Dr. Zulkifli, M.A.; Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.; Suryan Masrin, M.Pd.; dan Dr. Khazri Bin Osman dari Malaysia.
Algafry Rahman juga dijadwalkan tampil sebagai keynote speaker.
Kehadiran para akademisi dengan latar belakang berbeda diharapkan menciptakan ruang dialog yang lebih luas mengenai literasi dan atmosfer akademik.
Sebab, literasi hari ini tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca teks. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, memilah pengetahuan, berpikir kritis dan membangun gagasan untuk menjawab persoalan kehidupan.
Seminar tersebut dibuka untuk masyarakat umum. Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah menyampaikan target peserta mencapai sekitar 300 orang.
Peserta diharapkan berasal dari berbagai kelompok, mulai dari masyarakat umum, guru, mahasiswa, dosen hingga utusan sekolah.
Keterbukaan tersebut menjadi upaya agar diskusi akademik tidak hanya berputar di lingkungan pendidikan tinggi. Masyarakat umum juga diberi ruang untuk mengikuti perkembangan pemikiran dan bertukar gagasan.
Bedah buku yang menjadi bagian dari kegiatan juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan dunia pengetahuan.
Dari buku, peserta dapat menemukan gagasan. Dari gagasan, lahir diskusi. Dan dari diskusi, terbuka kemungkinan muncul perspektif baru untuk melihat berbagai persoalan di daerah.
Algafry berharap seminar internasional tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat bagi peserta.
“Harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat dan meningkatkan kompetensi,” ujar Algafry.
Ia juga mengajak para penggiat budaya dan literasi di Bangka Belitung untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga diharapkan turut memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas.
Ajakan itu memperlihatkan bahwa penguatan literasi dipandang sebagai tanggung jawab bersama.
Literasi bukan hanya milik sekolah. Bukan pula hanya urusan kampus. Ia menjadi kebutuhan masyarakat ketika informasi bergerak semakin cepat dan tuntutan kompetensi terus meningkat.
Karena itu, seminar internasional dan bedah buku tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya literasi sekaligus menghidupkan atmosfer akademik di Bangka Tengah.
Lebih jauh, forum tersebut juga menjadi kesempatan memperkenalkan karya dan tokoh lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Pada akhirnya, pembangunan sumber daya manusia tidak selalu dimulai dengan proyek besar. Ia bisa berawal dari sebuah buku, sebuah forum diskusi dan keberanian untuk membuka ruang bagi gagasan.
Penulis: Belva Al Akhab dan Anggun


