BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Tawa riang anak-anak SD Negeri 21 Kelapa di Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, mendadak berubah menjadi suasana penuh perhatian, Rabu (29/7/2026) pagi. Di hadapan para siswa, Bhabinkamtibmas Desa Pusuk menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan.
Sekitar pukul 09.30 WIB, personel Polsek Kelapa itu hadir bukan untuk menegakkan hukum, melainkan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para pelajar. Bersama dewan guru, mereka berdialog tentang pentingnya saling menghargai, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi segala bentuk bullying yang dapat meninggalkan luka, baik secara fisik maupun psikis.
Dengan pendekatan yang humanis, para siswa diajak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, maupun menyakiti teman bukanlah perilaku yang patut ditiru. Sebaliknya, sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama menjadi pondasi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polres Bangka Barat melalui peran Bhabinkamtibmas untuk membentuk karakter generasi muda sejak usia dini. Selain memberikan edukasi, kehadiran polisi di lingkungan sekolah juga menjadi wujud sinergi antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan sekolah yang ramah anak.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghargai, tidak melakukan perundungan terhadap teman, menghormati orang tua dan guru, serta disiplin menaati aturan sekolah. Dengan kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Iptu Yos.
Menurutnya, pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan aparat kepolisian. Karena itu, Polres Bangka Barat akan terus mendorong kegiatan edukasi serupa sebagai upaya membangun budaya saling menghormati di kalangan pelajar.
Melalui pembinaan yang dilakukan sejak bangku sekolah dasar, Polres Bangka Barat berharap anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berempati, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan. Dari ruang kelas sederhana di Desa Pusuk itulah, benih lingkungan sekolah yang aman dan penuh persahabatan mulai ditanam. (Belva)


