BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL
COM— Pagi di sejumlah SPBU Kabupaten Bangka Barat berjalan seperti biasanya. Kendaraan datang silih berganti, pengendara menunggu giliran, sementara petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Namun, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, ada pemandangan berbeda. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung ke tengah aktivitas tersebut.
Didampingi Kabag Ops Polres Bangka Barat Kompol Anwar Panuju, Helen mendatangi sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Pal 6, Pal 3 dan SPBU Jawa.
Langkah itu dilakukan bukan sekadar untuk melihat kondisi dari kejauhan. Helen memantau langsung proses pengisian BBM, memperhatikan antrean kendaraan, sekaligus melihat penerapan penggunaan barcode oleh masyarakat.
Di lokasi yang dipantau, aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib. Kendaraan mengantre dan masyarakat menggunakan barcode sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pengguna kendaraan, kondisi seperti itu tentu memiliki arti sederhana untuk datang, mengantre, mendapatkan BBM, lalu melanjutkan perjalanan tanpa harus berlama-lama berada di SPBU.
Hal tersebut turut dirasakan seorang warga yang mengaku berasal dari luar Bangka Barat.
“Saya kebetulan dari luar Bangka Barat. Melihat kondisi di sini cukup tertib, masyarakat juga tidak perlu lama mengantre. Saya sangat mengapresiasi langkah Kapolres yang turun langsung melakukan pemantauan,” kata warga tersebut.
Ia menilai kehadiran langsung Kapolres di lapangan menunjukkan perhatian terhadap pelayanan masyarakat, terutama dalam memastikan proses pengisian BBM berjalan sesuai ketentuan.
Bagi warga yang sedang melintas dari luar daerah, keteraturan pelayanan menjadi pengalaman yang langsung dirasakan. Antrean yang tertib bukan hanya soal waktu menunggu, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.
Di balik antrean kendaraan yang terlihat sederhana, terdapat mekanisme penyaluran BBM yang harus berjalan sesuai aturan.
Karena itu, pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan proses pengisian berlangsung aman, tertib dan sesuai ketentuan.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan pihaknya ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik sekaligus memastikan penggunaan barcode dilakukan sebagaimana mestinya.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan pengisian BBM dengan baik. Penggunaan barcode harus sesuai dengan ketentuan dan penyaluran BBM dapat tepat sasaran,” kata Helen melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso.
Pemantauan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya kepolisian melihat secara langsung situasi pelayanan BBM. Sebab, kondisi di lapangan dapat berubah mengikuti kepadatan kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Helen menegaskan pengawasan akan terus dilakukan. Personel kepolisian juga disiapkan untuk melakukan pengamanan sekaligus pemantauan di sejumlah SPBU di wilayah Bangka Barat.
“Kehadiran personel di SPBU bukan hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memastikan situasi tetap tertib sehingga masyarakat dapat melakukan pengisian BBM dengan nyaman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Helen terlihat berinteraksi dengan masyarakat sambil memantau kondisi antrean.
Kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung membuat pengawasan terhadap pelayanan BBM terasa lebih dekat dengan masyarakat. Polisi tidak hanya berada pada posisi menerima laporan ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk melihat kondisi sebelum persoalan muncul.
Bagi masyarakat, ketertiban di SPBU menjadi bagian dari pelayanan publik yang sederhana tetapi penting. BBM dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan, mengantarkan orang menuju tempat kerja, membawa barang, hingga mendukung berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari.
Karena itu, memastikan proses pengisian berjalan lancar menjadi bagian dari menjaga aktivitas masyarakat tetap bergerak.
Apresiasi warga dari luar Bangka Barat menjadi salah satu gambaran bahwa keteraturan pelayanan dapat dirasakan langsung oleh pengguna SPBU.
Sementara bagi kepolisian, pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan ketentuan penggunaan barcode dan penyaluran BBM dijalankan.
Pagi itu, Kapolres Bangka Barat memilih turun langsung melihat situasi dari jarak dekat. Dari antrean kendaraan, penggunaan barcode hingga interaksi dengan masyarakat, semuanya menjadi bagian dari pemantauan.
Pada akhirnya, pelayanan BBM yang tertib bukan hanya tentang kendaraan yang mendapatkan bahan bakar. Di dalamnya ada kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai aturan. Sebuah kebutuhan sederhana yang menopang mobilitas masyarakat setiap hari. (Belva)


