JAKARTA, Bekaespedia.com — Di tengah denyut ibu kota yang tak pernah benar-benar berhenti, langkah masyarakat Bangka Belitung justru berjalan dalam irama yang sama. Minggu pagi (30/8/2026), Ring Road Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) berubah menjadi ruang pertemuan besar bagi masyarakat Babel yang tinggal di Jabodetabek.
Mereka datang bukan sekadar untuk berjalan santai.
Ada kerinduan terhadap kampung halaman, ada tali persaudaraan yang ingin kembali dieratkan dan ada semangat untuk menunjukkan bahwa meski berada jauh dari Bangka Belitung, hati mereka tetap tertaut pada tanah kelahiran.
Suasana itu terangkum dalam Bangka Belitung Fun Walk 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Aliansi Muda Perantau Bangka Belitung (AMP Babel) Periode 2026–2029.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Bersama Ketua Umum Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Babel, Azwardy Azhar, ia secara resmi melepas peserta fun walk.
Sejak pagi, kawasan Ring Road GBK telah dipenuhi masyarakat Babel dari berbagai wilayah Jabodetabek. Jalan santai menjadi pembuka, tetapi berbagai kegiatan pendukung membuat suasana semakin semarak.
Panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, photobooth, voucher kuliner hingga pengundian doorprize. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertemu bagi masyarakat Babel yang selama ini menjalani kehidupan di perantauan.
Ketua Umum IKM Babel, Azwardy Azhar, menyampaikan bahwa Bangka Belitung Fun Walk telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Hidayat Arsani yang menyempatkan diri bertemu masyarakat Babel di Jakarta di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Bagi Azwardy, pertemuan seperti ini memiliki arti penting karena menjadi ruang untuk menjaga komunikasi dan memperkuat ikatan kekeluargaan masyarakat Babel di perantauan.
Pesan persatuan kemudian disampaikan Gubernur Hidayat Arsani.
Di hadapan masyarakat perantauan, Hidayat menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Termasuk mereka yang kini tinggal dan bekerja jauh dari kampung halaman.
Ia juga menyampaikan capaian kinerja yang telah diraih serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan.
“Saya diberikan penghargaan sebagai Gubernur terbaik kedua setelah DKI Jakarta, yang diikuti Jawa Tengah. Namun, tanpa Bapak dan Ibu semua, saya tidak akan berada di sini. Kita harus terus bersatu karena persatuan membuat kita makin kuat,” ujar Hidayat.
Pesan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertemuan masyarakat Babel di Jakarta.
Sebab, bagi seorang perantau, hubungan dengan kampung halaman tidak selalu diwujudkan dengan kepulangan. Dukungan, gagasan, jejaring dan kontribusi juga dapat menjadi cara untuk tetap mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Semangat itu kemudian mendapat ruang melalui pengukuhan Pengurus AMP Babel Periode 2026–2029.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum IKM Babel dan dilanjutkan dengan Pembacaan Deklarasi Akbar Masyarakat Bangka Belitung oleh Ketua AMP Babel.
Kehadiran AMP Babel diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda perantau untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, sekaligus melahirkan berbagai kontribusi positif bagi daerah asal maupun daerah tempat mereka menetap.
Generasi muda perantau tidak hanya diposisikan sebagai penerus, tetapi juga sebagai penghubung antara potensi masyarakat Babel di luar daerah dengan kebutuhan pembangunan di kampung halaman.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan penyerahan bantuan sertifikasi halal oleh Ketua Umum IKM Babel. Penyerahan tersebut didampingi Gubernur Babel bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Setelah agenda formal selesai, suasana GBK semakin cair.
Senam Bedincak dan zumba mengajak peserta bergerak bersama. Nuansa khas Bangka Belitung terasa semakin kuat ketika budaya daerah hadir di tengah keramaian Jakarta.
Tawa dan kegembiraan kemudian berlanjut hingga penarikan undian grandprize.
Namun, di balik kemeriahan itu tersimpan makna yang lebih dalam.
Fun walk menjadi simbol bahwa jarak tidak harus menjadi alasan untuk kehilangan ikatan. Di mana pun masyarakat Babel berada, rasa persaudaraan tetap dapat dirawat melalui pertemuan dan kegiatan bersama.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah provinsi dan masyarakat perantauan diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Silaturahmi diharapkan berkembang menjadi kolaborasi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Bangka Belitung.
Karena merantau hanya memindahkan tempat tinggal, bukan memindahkan rasa memiliki terhadap kampung halaman.
Dari Ring Road GBK, langkah masyarakat Babel kembali menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat tentang sejauh apa pun kaki melangkah, tanah kelahiran tetap menjadi tempat untuk kembali, berkontribusi dan bersama-sama membangun masa depan. (Belva)


