BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Pagi itu, meja pertemuan di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat tidak hanya dipenuhi cangkir kopi dan percakapan kedinasan.
Kapolres Bangka Barat AKBP, Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., datang membawa sesuatu yang sederhana, tetapi sarat makna tentang sebuah kue ulang tahun.
Kejutan itu diberikan Helen saat menghadiri coffee morning bersama jajaran Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Rabu (2/9/2026).
Datang bersama sejumlah pejabat utama Polres Bangka Barat, Helen menyerahkan kue tersebut kepada jajaran kejaksaan. Suasana yang biasanya identik dengan berkas perkara dan pembahasan penegakan hukum seketika berubah lebih hangat.
Tidak ada meja yang berjarak. Tidak ada suasana yang kaku. Yang ada adalah ucapan selamat, senyum dan ramah tamah antara dua institusi yang selama ini memiliki peran penting dalam mata rantai penegakan hukum.
“Selamat ulang tahun untuk Kejaksaan Negeri Bangka Barat. Semoga semakin sukses, semakin solid dan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bangka Barat,” kata Helen.
Bagi Helen, kejutan tersebut bukan sekadar seremoni ulang tahun.
Ada pesan kelembagaan yang ingin ditegaskan bahwa hubungan antara kepolisian dan kejaksaan harus terus dirawat melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Sebab, penegakan hukum bukan pekerjaan satu institusi.
Polisi dan jaksa memiliki kewenangan serta tugas yang berbeda. Namun, keduanya bertemu pada satu tujuan yang sama, yakni memastikan hukum berjalan dan masyarakat memperoleh pelayanan yang terbaik.
“Polri dan kejaksaan memiliki tugas masing-masing, tetapi dalam pelaksanaannya tentu kita harus saling mendukung dan berkoordinasi. Yang paling penting adalah bagaimana sinergitas ini memberikan manfaat dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Setelah kejutan kue ulang tahun, kegiatan kemudian berlanjut dengan coffee morning dan ramah tamah.
Kopi menjadi jembatan percakapan. Dalam suasana yang lebih cair itu, komunikasi antar personel dan pimpinan kedua institusi kembali dipererat.
Bagi masyarakat, mungkin yang terlihat hanya sebuah kue dan secangkir kopi. Namun dalam konteks penegakan hukum, hubungan yang harmonis antarlembaga memiliki arti yang jauh lebih besar.
Koordinasi yang buruk dapat menciptakan sekat. Sebaliknya, komunikasi yang terbangun baik dapat menjadi fondasi bagi penanganan perkara yang lebih efektif dan profesional.
Helen berharap hubungan baik yang selama ini terjalin antara Polres Bangka Barat dan Kejaksaan Negeri Bangka Barat tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kita ingin komunikasi dan sinergitas yang sudah baik ini terus dipertahankan. Dengan hubungan yang semakin solid, saya yakin pelaksanaan tugas penegakan hukum di Bangka Barat juga akan semakin baik,” tuturnya.
Pada akhirnya, kue itu akan habis. Kopi di dalam cangkir pun akan dingin.
Tetapi pesan yang dibawa Helen di pagi itu diharapkan tidak ikut hilang bersama sisa gula di dasar cangkir.
Di balik seragam yang berbeda, polisi dan jaksa memiliki satu pekerjaan besar yang sama untuk memastikan hukum tidak hanya tegak di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat. (Belva)


