BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di tengah panas musim kemarau, air menjadi barang yang tak boleh habis. Ember, jeriken dan wadah penyimpanan menjadi penting ketika sumber air warga mulai sulit diandalkan.
Kondisi itu dirasakan sejumlah masyarakat di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Untuk meringankan beban warga, Polres Bangka Barat menyalurkan 47 ton air bersih ke sejumlah permukiman yang mengalami kesulitan memperoleh air.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan melalui bakti sosial pada Kamis (10/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB. Bantuan disebar di empat titik di Desa Belo Laut dan Kelurahan Menjelang, Kecamatan Mentok.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakapolres, pejabat utama Polres Bangka Barat, personel Polres serta personel Polsek Mentok.
Kendaraan tangki kepolisian datang membawa air ke tengah permukiman. Sebagian air kemudian dialirkan ke tedmon, sementara warga mengambilnya menggunakan wadah yang telah mereka siapkan.
Di Jalan Siswa, Dusun VII, Desa Belo Laut, terdapat tiga titik penyaluran. Masing-masing berada di rumah Kepala Dusun VII, halaman rumah almarhumah Ibu Didik, dan halaman rumah Bapak Asen Barongsai.
Sementara satu titik lainnya berada di Balai RW 02, Kampung Menjelang Baru, Kelurahan Menjelang.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, IPTU Yos Sudarso mengatakan penyaluran air tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih selama musim kemarau.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau,” kata Yos.
Puluhan ton air yang disalurkan bukan berasal dari satu sumber saja. Distribusi tersebut mendapat dukungan sarana dan pasokan dari sejumlah pihak.
Sat Polairud Polres Bangka Barat mengerahkan dua unit truk tangki dengan kapasitas total 20 ton serta satu unit mobil pikap berkapasitas satu ton.
Untuk masyarakat di Dusun VII Desa Belo Laut, pasokan air juga didukung PDAM Tirta Menumbing sebanyak 4 ton, BLHD 10 ton, dan DPUPR 10 ton.
Polsek Mentok turut membantu dengan mengerahkan satu unit mobil pikap dan satu unit mobil patroli dengan kapasitas dua ton.
Seluruh dukungan tersebut membuat total air bersih yang didistribusikan dalam kegiatan mencapai 47 ton.
Air kemudian diberikan langsung kepada masyarakat melalui kendaraan tangki maupun tedmon yang menjadi titik penampungan sementara.
Bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan air, bantuan tersebut menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Di balik distribusi puluhan ton air itu, terdapat persoalan yang lebih sederhana sekaligus mendasar tentang kebutuhan warga untuk mendapatkan air bersih.
Ketika musim kemarau berlangsung, air bukan hanya digunakan untuk minum. Rumah tangga membutuhkan air untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah dan berbagai aktivitas harian lainnya.
Karena itu, masyarakat diminta menggunakan bantuan tersebut secara bijak. Kebersihan lingkungan dan wadah penyimpanan air juga harus tetap diperhatikan.
Yos mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.
“Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun hubungan yang semakin baik antara Polri dan masyarakat,” ujar Yos.
Pesan itu menjadi penting karena bantuan sosial tidak hanya berbicara tentang berapa banyak air yang dibawa, tetapi juga bagaimana kehadiran aparat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pendistribusian berlangsung aman, lancar dan kondusif. Personel Polres Bangka Barat bersama Polsek Mentok memastikan proses penyaluran air berjalan kepada masyarakat di titik-titik yang telah ditentukan.
Bantuan 47 ton air bersih tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan warga di wilayah Mentok.
Di tengah musim kemarau yang membuat air menjadi semakin berharga, kendaraan tangki yang datang ke permukiman warga membawa lebih dari sekadar pasokan air.
Ia membawa sedikit kelegaan bagi keluarga yang sedang berhadapan dengan sulitnya memenuhi kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari tentang air bersih. (Belva)


