BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Pagi itu, arus kendaraan mulai ramai di depan SMP Negeri 1 Mentok. Pelajar berdatangan, kendaraan orang tua lalu-lalang, sementara pengguna jalan lainnya terus melintas.
Di tengah aktivitas tersebut, sosok berseragam polisi terlihat berdiri di badan jalan. Tangannya sesekali memberi tanda kepada pengendara untuk berjalan maupun berhenti.
Yang menarik perhatian, sosok tersebut bukan sekadar anggota yang bertugas di lapangan. Ia adalah Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H.
Senin (5/10/2026) pagi itu, Helen memilih turun langsung bersama personelnya melaksanakan strong point di kawasan SMP Negeri 1 Mentok.
Didampingi Kasat Lantas Polres Bangka Barat, Kapolres memastikan arus kendaraan di sekitar sekolah tetap bergerak tertib sekaligus memberikan ruang aman bagi pelajar yang beraktivitas.
Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah kepadatan lalu lintas tersebut sontak menarik perhatian pengguna jalan.
Angga, salah seorang pengguna jalan yang menyaksikan langsung kegiatan itu, mengaku sempat terkejut ketika mengetahui polisi yang berada di jalan tersebut merupakan Kapolres Bangka Barat.
“Saya kaget juga melihat Kapolres turun langsung. Biasanya yang kita lihat anggota yang mengatur, ini Kapolresnya ikut turun ke jalan,” kata Angga.
Bagi Angga, kehadiran Kapolres secara langsung di tengah masyarakat memberikan kesan tersendiri. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan bahwa pimpinan kepolisian juga bersedia berada di lapangan bersama anggotanya.
“Ini baru menurut saya abdi masyarakat. Kapolres bersama anggota ikut menjaga ketertiban. Ini bagus dan bisa menjadi contoh untuk anggota lainnya,” ujarnya.
Jam masuk sekolah merupakan salah satu momentum ketika aktivitas di sekitar sekolah meningkat. Kendaraan pelajar, orang tua, guru dan masyarakat bercampur dengan arus lalu lintas umum.
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan personel kepolisian di lapangan menjadi penting untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan sekaligus menjaga keselamatan para pelajar.
Karena itu, strong point ditempatkan di kawasan SMP Negeri 1 Mentok.
Helen bersama personel tidak hanya memantau situasi, tetapi berada langsung di titik aktivitas masyarakat. Setiap kendaraan yang melintas menjadi bagian dari pengawasan, sementara pergerakan pelajar di sekitar sekolah turut menjadi perhatian.
Bagi masyarakat yang melintas, pemandangan tersebut menjadi berbeda ketika pimpinan kepolisian ikut mengambil peran langsung dalam pengaturan lalu lintas.
Kehadiran itu juga memperlihatkan bahwa pelayanan kepolisian tidak selalu berlangsung di kantor atau melalui kegiatan penindakan. Di ruang publik, pelayanan dapat hadir dalam bentuk sederhana: berdiri di jalan, mengatur kendaraan dan memastikan anak-anak dapat beraktivitas dengan aman.
Strong point di depan SMP Negeri 1 Mentok menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada pelajar, guru, orang tua dan pengguna jalan.
Kehadiran personel di lokasi memungkinkan pengaturan dilakukan secara langsung ketika kepadatan mulai terjadi.
Bagi Polres Bangka Barat, pola pengamanan seperti ini menempatkan kehadiran polisi sebagai bagian dari pelayanan preventif kepada masyarakat.
Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi kecelakaan, pelanggaran atau gangguan keamanan. Pada titik-titik yang membutuhkan perhatian, personel ditempatkan untuk membantu mencegah potensi persoalan sekaligus menjaga ketertiban.
Pagi itu, salah satu sosok yang berada di garis depan bukan hanya anggota yang ditugaskan.
Kapolres Bangka Barat sendiri ikut berdiri di tengah arus kendaraan.
Sebuah pemandangan sederhana di depan sekolah, tetapi memperlihatkan satu pesan penting dalam pelayanan kepolisian ketika masyarakat membutuhkan pengaturan dan rasa aman, kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian dari jawabannya. (Belva)


