BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Lapangan sekolah menjadi ruang perjumpaan antara aparat kepolisian dan generasi muda. Senin pagi, Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., berdiri di tengah barisan pelajar dan memimpin upacara bendera di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kehadiran Kapolres di lingkungan sekolah tersebut bukan sekadar menjalankan agenda seremonial. Upacara bendera dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pihak sekolah, guru dan para pelajar.
Kegiatan itu merupakan bagian dari pelaksanaan upacara bendera secara serentak di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Bangka Barat. Kapolres, para pejabat utama (PJU) Polres Bangka Barat, hingga kapolsek jajaran turun langsung menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah.
Sejumlah sekolah yang menjadi lokasi kegiatan di antaranya SMK Negeri 1 Mentok, MAN 1 Mentok, SMA Negeri 1 Mentok, SMK Bina Karya 2 Mentok, SMA Negeri 1 Jebus, SMA Negeri 1 Tempilang, dan SMA Negeri 1 Simpang Teritip.
Bagi jajaran kepolisian, lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai keamanan, ketertiban, sekaligus pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, IPTU Yos Sudarso, mewakili Kapolres Bangka Barat, mengatakan keterlibatan jajaran kepolisian dalam kegiatan di sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi dengan dunia pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dengan pihak sekolah dan para pelajar, sekaligus bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib dan kondusif,” kata Yos.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan berbagai unsur lainnya memiliki peran dalam membentuk sikap serta perilaku generasi muda.
Karena itu, sinergi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mendukung proses pendidikan.
“Lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sehingga diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan kepolisian,” ujarnya.
Usai pelaksanaan upacara, interaksi tidak berhenti di lapangan. Jajaran Polres Bangka Barat turut berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sosok polisi lebih dekat kepada para pelajar. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan atau persoalan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini.
Bagi dunia pendidikan, kehadiran aparat di lingkungan sekolah juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban dapat dibicarakan bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Upacara bendera di sejumlah sekolah berlangsung tertib dan khidmat. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekolah terpantau aman dan kondusif.
Dari lapangan upacara itulah pesan kebersamaan kembali ditegaskan bahwa membangun generasi muda tidak cukup hanya dengan proses belajar di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang aman, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat dan kepolisian. (Belva)


