BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik, kecepatan saja tak lagi cukup. Informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kesadaran itulah yang mendorong Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak membangun sinergi dengan insan pers melalui sebuah pertemuan hangat di Warkop KKK (K3), Kecamatan Mentok, Rabu (22/7/2026).
Di balik suasana santai dengan secangkir kopi, pertemuan tersebut menyimpan pesan yang kuat. Bagi AKBP Helen, media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra strategis Polri dalam membangun keterbukaan informasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Didampingi para pejabat utama Polres Bangka Barat, Helen memperkenalkan diri kepada puluhan wartawan dari media cetak, elektronik, radio, hingga media siber. Momentum itu menjadi langkah awal mempererat komunikasi yang lebih terbuka, kolaboratif dan saling mendukung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam dialog yang berlangsung akrab, Kapolres menegaskan bahwa hubungan baik antara kepolisian dan media harus dibangun di atas prinsip saling menghormati profesi serta komitmen menghadirkan informasi yang benar.
“Kami berharap rekan-rekan media dapat terus menjadi mitra Polres Bangka Barat dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apabila terdapat masukan, kritik maupun informasi yang berkaitan dengan tugas kepolisian, kami membuka ruang komunikasi dan berharap dapat dilakukan konfirmasi sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang,” ujar AKBP Helen Simanjuntak.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Polres Bangka Barat tidak menutup diri terhadap kritik maupun masukan. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dipandang sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak utuh di ruang publik.
Pertemuan tersebut tidak hanya diisi dengan silaturahmi, tetapi juga diskusi mengenai pola koordinasi pemberitaan, mekanisme pertukaran informasi, hingga peran media dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Suasana dialog berlangsung cair. Berbagai pandangan disampaikan dalam semangat membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian dan insan pers. Dari forum sederhana itu lahir kesamaan pandangan bahwa media dan Polri memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Bagi Polres Bangka Barat, keterbukaan informasi merupakan bagian dari pelayanan publik yang tidak dapat dipisahkan dari tugas kepolisian. Semakin cepat komunikasi terbangun, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh informasi yang valid dan terhindar dari kabar yang menyesatkan.
Pertemuan di Warkop KKK pun menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Ia menjadi simbol bahwa membangun keamanan bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi yang jujur, transparan dan kolaboratif.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara Polres Bangka Barat dan insan pers, diharapkan setiap informasi yang sampai kepada masyarakat tidak hanya hadir lebih cepat, tetapi juga membawa nilai edukasi, memperkuat kepercayaan publik, dan menjadi fondasi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, serta kondusif di Kabupaten Bangka Barat.(Belva)

