BANGKA BARAT, TRASBERITA.COM – Pagi itu, suasana di lapangan SMA Negeri 1 Mentok tampak berbeda. Barisan siswa yang semula berdiri tegap mengikuti upacara bendera, perlahan berubah menjadi kerumunan penuh senyum setelah kegiatan usai. Sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., yang hadir sebagai pembina upacara, Senin (3/8/2026).
Bukan sekadar menyampaikan amanat, Kapolres memilih mendekat kepada para pelajar. Ia menyapa mereka dengan ramah, berdialog dan memberikan motivasi agar masa sekolah dimanfaatkan sebagai pondasi membangun masa depan.
Dengan gaya komunikasi yang hangat, AKBP Helen mengingatkan bahwa usia remaja merupakan fase penting yang menentukan arah kehidupan seseorang. Karena itu, ia mengajak seluruh siswa menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
” Jangan pernah mencoba narkoba, jauhi bullying, tawuran, balap liar, geng motor, minuman keras, pergaulan bebas dan gunakan media sosial secara bijak. Jadikan masa sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pesan AKBP Helen di hadapan ratusan siswa.
Tak hanya memberikan pesan moral, Kapolres juga mengajak para pelajar membangun karakter disiplin, bertanggung jawab, serta berani bermimpi besar. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh sikap dan kemauan untuk terus belajar.
Usai upacara, suasana formal seketika berubah menjadi penuh keakraban. Para siswa berbondong-bondong menghampiri Kapolres. Ada yang sekadar ingin berjabat tangan, mengobrol singkat, hingga meminta berfoto bersama. Bahkan, tidak sedikit pelajar yang rela mengantre demi mendapatkan kesempatan mengabadikan momen bersama orang nomor satu di Polres Bangka Barat itu.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu menghapus sekat antara aparat kepolisian dan generasi muda. Tawa dan senyum para siswa menghiasi halaman sekolah, memperlihatkan kedekatan yang terbangun secara alami.
Bagi Polres Bangka Barat, kehadiran di lingkungan pendidikan bukan hanya sebatas menjalankan program penyuluhan, melainkan juga membangun hubungan emosional dengan para pelajar. Melalui interaksi yang hangat, pesan-pesan tentang disiplin, keselamatan, serta pencegahan kenakalan remaja diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
” Kami berharap kedekatan seperti ini dapat terus terjalin, sehingga hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan semakin erat. Dengan begitu, para pelajar memiliki ruang untuk berdialog, memperoleh motivasi, sekaligus memahami pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja,” ujar Kapolres.
Kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban itu pun meninggalkan kesan mendalam. Di balik antrean swafoto dan hangatnya sapaan, tersimpan pesan sederhana namun kuat bahwa polisi bukan hanya hadir saat terjadi persoalan, tetapi juga sebagai sahabat yang siap mendampingi generasi muda meraih cita-cita dan menjaga masa depan mereka. (Belva)


