BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, tak pernah benar-benar sepi. Kendaraan datang silih berganti, membawa barang menuju kapal penyeberangan yang menjadi salah satu urat nadi transportasi dari Pulau Bangka.
Di tengah arus kendaraan itu, aparat kepolisian menaruh perhatian pada satu hal, jangan sampai jalur laut berubah menjadi jalan keluar bagi komoditas timah yang dibawa secara ilegal.
Kepolisian Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Kalian sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyelundupan timah melalui jalur laut.
Pengawasan dilakukan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat dengan memeriksa kendaraan dan muatan yang akan menyeberang dari pelabuhan tersebut.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan jalur transportasi laut tidak dimanfaatkan sebagai sarana membawa keluar komoditas timah secara ilegal.
“Pengawasan ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah adanya upaya penyelundupan timah melalui jalur pelabuhan. Kami tidak ingin jalur transportasi laut dimanfaatkan untuk membawa keluar komoditas timah secara ilegal,” kata Yos di Mentok, Rabu (19/8/2026).
Pemeriksaan petugas dilakukan secara selektif. Kendaraan dan muatan yang hendak menyeberang diperiksa, sementara dokumen kapal serta manifest turut menjadi bagian dari pengawasan.
Petugas juga mengecek data berat kendaraan melalui loket dan meminta keterangan kepada pengemudi mengenai asal serta tujuan barang yang dibawa.
Langkah tersebut dilakukan karena Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan salah satu akses penting keluar-masuk barang dari Pulau Bangka. Celah sekecil apa pun, menurut kepolisian, perlu ditutup agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
“Personel kami melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara selektif terhadap kendaraan maupun muatan. Apabila ditemukan sesuatu yang mencurigakan, tentunya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Pada kegiatan pemantauan dan pengawasan yang berlangsung Rabu sore, polisi tidak menemukan aktivitas ataupun muatan barang yang mencurigakan terkait dugaan penyelundupan timah.
Namun, tidak ditemukannya pelanggaran bukan berarti pengawasan berakhir.
Polres Bangka Barat memastikan kegiatan pemantauan di kawasan pelabuhan akan terus dilakukan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan sekaligus menjaga jalur transportasi laut tetap berada dalam koridor hukum.
Bagi kepolisian, pengawasan pelabuhan bukan hanya soal memeriksa apa yang tampak di permukaan. Di balik setiap kendaraan yang mengantre menuju kapal, terdapat muatan yang harus dipastikan asal-usul dan tujuannya.
Karena itu, polisi juga mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jasa pelabuhan untuk ikut membantu menjaga kawasan tersebut dari praktik penyelundupan.
“Kami mengajak masyarakat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan agar segera melaporkannya kepada petugas. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu mencegah penyelundupan,” kata Yos.
Pengawasan itu pada akhirnya bukan sekadar menjaga pintu pelabuhan. Lebih jauh, polisi ingin memastikan laut yang menghubungkan Bangka dengan wilayah lain tidak berubah menjadi jalur sunyi bagi keluarnya timah secara ilegal. (Belva)


