Oleh: Iyek Aghnia
BANGKA SELATAN, TARGETKRIMINAL.COM — Semangat membaca dan menulis di kalangan pelajar Bangka Selatan kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Inji Fiola, pelajar SMAN 1 Toboali, dan Natan Levian Saqori, pelajar SMPN 1 Payung, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bangka Selatan.
Kompetisi yang diikuti pelajar tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya membaca, berpikir kritis dan menulis di kalangan generasi muda.
Pada kategori SMA/sederajat, Inji Fiola berhasil meraih nilai tertinggi, yakni 83,875 dari tiga dewan juri yang terdiri dari Rusmin Sopian, Datuk Kulul dan Abdul Rahman. Dalam lomba tersebut, Inji menulis resensi berjudul “Belajar Bertahan” yang mengulas novel “Hujan” karya penulis nasional Tere Liye.
Sementara itu, posisi juara kedua diraih oleh Yopi dari SMAN 1 Lepar Pongok dengan nilai 83,617, sedangkan juara ketiga diraih Metha Yolanda, juga dari SMAN 1 Lepar Pongok, dengan nilai 82,733.
Pada kategori SMP/sederajat, Natan Levian Saqori keluar sebagai juara pertama dengan nilai 83,141. Menariknya, Natan memilih meresensi buku karya penulis lokal Bangka Selatan, Indra Pirmana, berjudul “Kalau Ingin Juara Puisi, Baca Buku Ini”.
Adapun juara kedua diraih Safaatul Hasanah dari SMPN 4 Payung dengan nilai 82,291. Sementara posisi ketiga ditempati Eus Septian Julianti dari SMPN 1 Payung yang memperoleh nilai 81,008.
Lomba resensi buku memiliki nilai edukatif yang sangat tinggi. Untuk menghasilkan sebuah resensi yang baik, peserta tidak cukup hanya membaca sekilas isi buku. Mereka dituntut memahami alur, gagasan utama, pesan yang disampaikan penulis, serta mampu memberikan penilaian secara objektif terhadap kelebihan dan kekurangan buku tersebut.
Proses tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan membaca mendalam atau deep reading, yang saat ini menjadi salah satu keterampilan penting di era banjir informasi.
Melalui kegiatan meresensi, pelajar juga belajar mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan yang sistematis. Keterampilan ini sangat diperlukan dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bangka Selatan melalui penyelenggaraan lomba ini menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan koleksi buku.
Perpustakaan merupakan pusat pembelajaran sepanjang hayat yang dapat mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, kreatif dan produktif dalam berkarya. Melalui pemanfaatan koleksi perpustakaan, pelajar didorong untuk menjadikan buku sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, budaya membaca buku tetap memiliki peran penting dalam membangun kemampuan analisis, memperluas wawasan, serta memperkaya kosakata dan kemampuan berkomunikasi.
Keberhasilan para pemenang lomba ini menjadi bukti bahwa minat baca di kalangan pelajar Bangka Selatan terus tumbuh dan berkembang. Prestasi yang diraih bukan hanya tentang memperoleh gelar juara, tetapi juga mencerminkan proses belajar yang panjang melalui kebiasaan membaca dan menulis.
Budaya literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu berpikir terbuka, memiliki daya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, kegiatan seperti lomba resensi buku perlu terus didukung oleh sekolah, keluarga, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
Selamat kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah berpartisipasi. Teruslah membaca, menulis dan berkarya. Dari lembar demi lembar buku yang dibaca hari ini, lahir pemikiran-pemikiran besar yang akan membangun peradaban di masa depan. (BELVA)

