SUNGAILIAT, TARGETKRIMINAL.COM – Sudah lebih dari lima dekade SMAS Setia Budi Sungailiat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Kabupaten Bangka. Di sekolah yang berdiri sejak 1975 itu, sebanyak 685 siswa menempuh pendidikan dengan dukungan puluhan guru dan tenaga kependidikan.
Di balik aktivitas belajar mengajar tersebut, ada harapan agar sekolah swasta memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan. Harapan inilah yang menjadi salah satu pesan utama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat mengunjungi SMAS Setia Budi Sungailiat, Senin (12/10/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ny. Noni Hidayat Arsani, Gubernur menegaskan bahwa status sekolah negeri atau swasta tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan pendidikan maupun masa depan peserta didik.
“Kita bersama-sama membangun dunia pendidikan ini seadil-adilnya tanpa ketimpangan, serta mengedepankan kesetaraan. Saya berharap dapat menciptakan dunia pendidikan terbaik di Bangka Belitung,” ujar Hidayat.
Menurutnya, pemerataan pendidikan harus diwujudkan melalui perhatian yang proporsional kepada seluruh satuan pendidikan. Sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat dan menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
Hidayat menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ingin mendorong peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Ia mengaitkan target tersebut dengan capaian provinsi di bidang kesehatan yang disebutnya telah menembus peringkat pertama di Sumatra.
“Kita sudah berhasil menembus peringkat pertama se-Sumatra di bidang kesehatan. Sekarang, kita ingin pendidikan juga menjadi nomor satu di Sumatra sebelum melangkah ke tingkat nasional,” katanya.
Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan para guru dan pengelola sekolah. Melalui kunjungan lapangan, pemerintah diharapkan dapat melihat kondisi pendidikan secara lebih dekat sekaligus mendengar aspirasi yang berkembang di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut menjadi penting karena peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga dukungan terhadap tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran dan kesempatan siswa untuk mengembangkan potensi mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Hidayat kembali menegaskan bahwa sekolah swasta berhak mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sekolah swasta berhak mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah. Kami ingin sekolah swasta maju dan berkembang seperti sekolah negeri, tanpa ada perbedaan perlakuan,” tegasnya.
Ia menilai, tujuan utama pembangunan pendidikan memastikan seluruh anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik, terlepas dari status sekolah tempat mereka belajar.
“Hal terpenting, seluruh sekolah dapat memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menempatkan pemerataan dukungan sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan pendidikan di Bangka Belitung. Tantangannya memastikan komitmen itu dapat diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan.
Bagi sekolah swasta, dukungan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran, meningkatkan prestasi siswa, serta menjaga keberlangsungan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Kepala Satuan Pendidikan SMAS Setia Budi Sungailiat, Johan, menyambut baik kunjungan Gubernur beserta rombongan. Ia menyebut kehadiran pimpinan daerah tersebut sebagai kehormatan bagi keluarga besar sekolah.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beserta rombongan di SMAS Setia Budi Sungailiat. Di tengah padatnya agenda kegiatan, beliau masih berkenan meluangkan waktu untuk hadir. Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi keluarga besar SMAS Setia Budi,” ungkap Johan.
Saat ini, SMAS Setia Budi memiliki 685 siswa yang didukung 35 tenaga pendidik dan 12 tenaga kependidikan. Jumlah tersebut mencerminkan tanggung jawab sekolah dalam mendampingi ratusan siswa menempuh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Bagi Johan, hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan pihak sekolah diperlukan untuk mendukung kemajuan pendidikan.
“Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak sekolah dalam memajukan pendidikan di Bangka Belitung,” katanya.
Pihak sekolah juga berharap kehadiran Gubernur dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk lebih giat belajar, meningkatkan prestasi, dan berani mengejar cita-cita.
Kunjungan ke SMAS Setia Budi Sungailiat menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran sekolah swasta dalam pembangunan pendidikan daerah. Setelah puluhan tahun berkontribusi, sekolah seperti Setia Budi tetap membutuhkan dukungan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pendidikan.
Pemerataan bukan semata-mata soal menyamakan seluruh fasilitas atau program, melainkan memastikan setiap satuan pendidikan memperoleh perhatian yang adil dan kesempatan berkembang sesuai kebutuhannya.
Dalam kunjungan itu, Gubernur turut didampingi Asisten I, Kepala Biro Organisasi, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Pesan yang dibawa dari kunjungan tersebut jelas bahwa kemajuan pendidikan Bangka Belitung membutuhkan keterlibatan seluruh satuan pendidikan. Sekolah negeri dan swasta sama-sama menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun pengetahuan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Kini, komitmen pemerataan dukungan itu diharapkan dapat berlanjut dalam kebijakan dan program nyata, sehingga kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas semakin terbuka bagi seluruh generasi muda di Bangka Belitung.
Penulis: Belva Al Akhab


