BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di balik pintu ruang tahanan, malam itu tidak hanya diisi rutinitas penjagaan. Ada suasana berbeda ketika nasihat keagamaan disampaikan kepada para tahanan Polres Bangka Barat.
Rabu (23/9/2026) malam, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Bangka Barat menggelar pembinaan rohani dan mental melalui Program Pelita.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.35 WIB di ruang tahanan Sat Tahti Polres Bangka Barat. Ustaz Sulaiman hadir memberikan ceramah dengan tema “Manusia yang Sering Lupa terhadap Nikmat Allah SWT.”
Para tahanan mengikuti kegiatan tersebut dengan serius. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi secara langsung dengan penceramah.
Di tengah proses hukum yang sedang mereka jalani, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi para tahanan untuk melakukan introspeksi diri.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan pembinaan rohani merupakan bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan kepolisian terhadap para tahanan.
“Melalui Program Pelita ini, para tahanan diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta melakukan introspeksi diri,” kata Yos.
Menurut Yos, pembinaan terhadap tahanan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Sisi mental dan spiritual juga menjadi bagian yang diperhatikan selama mereka berada di ruang tahanan.
“Pembinaan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual,” ujarnya.
Pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai ceramah semata. Polres Bangka Barat berharap para tahanan dapat mengambil nilai positif dari kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan nilai positif dan menjadi bekal bagi para tahanan untuk memperbaiki diri,” kata Yos.
Program Pelita kemudian berlangsung dalam suasana aman, tertib dan lancar.
Di balik jeruji, malam itu menjadi ruang bagi para tahanan untuk sejenak melihat kembali perjalanan diri. Sebuah pembinaan yang menempatkan aspek rohani sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran dan membuka kesempatan untuk berbenah. (Belva)


