BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Kabar mengenai aktivitas pertambangan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak, Desa Jebus, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kembali menjadi perhatian.
Di tengah informasi yang beredar di masyarakat, Polres Bangka Barat memberikan penegasan. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di lapangan, tidak ditemukan lagi aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Penegasan itu disampaikan Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso, Rabu (7/10/2026).
Yos meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyebut aktivitas pertambangan masih berlangsung di DAS Kampak.
“Kami tegaskan, tidak ada lagi aktivitas tambang di DAS Kampak. Masyarakat jangan percaya isu atau informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” tegas Yos.
Menurut Yos, jajaran Polres Bangka Barat telah mengambil langkah di lapangan untuk memastikan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut dihentikan.
Karena itu, setiap informasi mengenai dugaan masih adanya aktivitas tambang diminta tidak langsung dipercaya. Masyarakat dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah informasi tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kalau ada informasi yang menyebut masih ada kegiatan, jangan langsung dipercaya. Silakan dikonfirmasi dan pastikan faktanya,” ujarnya.
Bagi kepolisian, kondisi kawasan DAS Kampak tetap menjadi perhatian meskipun aktivitas pertambangan telah dihentikan. Pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kegiatan pertambangan yang tidak memiliki legalitas.
Pengawasan itu sekaligus menjadi upaya untuk memastikan kawasan DAS Kampak tidak kembali menjadi titik aktivitas pertambangan yang menimbulkan persoalan baru.
Yos menegaskan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Informasi yang belum terverifikasi, menurutnya, tidak seharusnya langsung disebarluaskan karena dapat menimbulkan keresahan.
“Pesan kami jelas, jangan membuat atau menyebarkan isu yang tidak benar. Saat ini tidak ada lagi aktivitas tambang di DAS Kampak. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Belva)


