BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Upaya menjaga keamanan Bangka Barat tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku kejahatan. Lebih dari itu, sinergi antarinstansi menjadi kekuatan penting untuk memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan hingga tuntas.
Komitmen tersebut turut ditunjukkan Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil saat menghadiri pemusnahan barang rampasan dan barang temuan dari sejumlah perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Kamis (8/10/2026).
Kehadiran Dandim dalam kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan aktif unsur TNI dalam membangun koordinasi bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Bangka Barat.
Di tengah halaman Kantor Kejari Bangka Barat, sejumlah barang bukti perkara pidana dimusnahkan. Di antaranya narkotika dalam jumlah ratusan gram hingga barang bukti lainnya yang berdasarkan putusan pengadilan harus dimusnahkan.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kejari Bangka Barat Ahmad Patoni dan dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, Ketua DPRD Bangka Barat H. Badri Syamsu, serta unsur Forkopimda dan jajaran terkait.
Kepala Kejari Bangka Barat Ahmad Patoni menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara yang ditangani selama tiga bulan terakhir.
Untuk perkara narkotika, terdapat 14 perkara dengan barang bukti sekitar 144 gram sabu, 162 gram ganja dan 16 butir ekstasi. Selain perkara narkotika, terdapat pula barang bukti dari perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan perkara pidana umum lainnya.
“Kurang lebih untuk penyelesaiannya itu ada sekitar gramnya, 144 gram. Untuk ganjanya 162. Dan untuk ekstasi ada sekitar 16 butir. Dari 14 perkara untuk yang narkotika, dan untuk yang TPPU ada 88 perkara,” ujar Ahmad Patoni.
Bagi Kodim 0431/Bangka Barat, kehadiran Letkol Czi Fadil dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi kewilayahan.
Persoalan keamanan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Ketika narkoba dan tindak pidana lainnya berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat, dibutuhkan koordinasi antara TNI, Polri, kejaksaan, pemerintah daerah serta seluruh unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap keamanan wilayah.
Kehadiran Dandim bersama pimpinan daerah dan aparat penegak hukum memperlihatkan bahwa koordinasi tersebut terus dibangun.
Tidak hanya dalam konteks penindakan, sinergi juga diperlukan untuk menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib dan kondusif.
Terlebih narkoba memiliki dampak yang luas. Peredarannya tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyentuh lingkungan keluarga, generasi muda dan masa depan masyarakat.
Karena itu, setiap langkah pemberantasan narkoba menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas kehidupan masyarakat.
Sebagai komandan satuan kewilayahan, Letkol Czi Fadil memiliki ruang strategis dalam membangun komunikasi dengan berbagai unsur di Bangka Barat.
Kehadirannya dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut memperkuat citra Dandim sebagai figur yang aktif berada dalam ruang koordinasi Forkopimda dan mendukung langkah bersama menjaga keamanan wilayah.
Momentum tersebut juga menunjukkan bahwa TNI tidak berdiri sendiri dalam menjalankan tugas kewilayahan. Koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah dan elemen masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan stabilitas daerah.
Ketika aparat penegak hukum menuntaskan sebuah perkara melalui pemusnahan barang bukti, di sisi lain TNI terus memperkuat peran kewilayahan melalui komunikasi dan sinergi dengan seluruh komponen daerah.
Kepala Kejari Bangka Barat Ahmad Patoni menegaskan, pemusnahan tersebut merupakan bagian akhir dari tugas kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan.
“Ini bentuk kesempurnaan dalam melaksanakan tugas sebagai jaksa penuntut umum dan jaksa eksekutor pemusnahan barang bukti,” tegasnya.
Pemusnahan ratusan gram narkotika tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba membutuhkan perhatian bersama.
Di tengah proses hukum yang dilakukan aparat, pencegahan di lingkungan masyarakat juga menjadi bagian penting. Keluarga, sekolah, lingkungan sosial hingga seluruh unsur pemerintahan memiliki peran dalam membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
Dalam konteks tersebut, sinergi yang diperlihatkan Letkol Czi Fadil bersama Forkopimda menjadi pesan bahwa keamanan Bangka Barat dibangun melalui kerja bersama.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman menyampaikan apresiasi kepada jajaran kejaksaan dan kepolisian yang telah menuntaskan proses hukum hingga tahap pemusnahan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kejaksaan dan kepolisian yang telah melaksanakan dengan tuntas pada hari ini. Terima kasih,” ujarnya.
Bagi Bangka Barat, pemusnahan barang bukti bukan sekadar agenda administratif setelah perkara selesai. Momentum itu menjadi bagian dari pesan penegakan hukum sekaligus memperlihatkan kuatnya koordinasi antarlembaga.
Di tengah sinergi tersebut, kehadiran Letkol Czi Fadil menegaskan peran Kodim 0431/Bangka Barat sebagai bagian dari kekuatan kewilayahan yang terus membangun kolaborasi untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas masyarakat.
Dengan komunikasi lintas institusi yang terus diperkuat, Dandim Bangka Barat menunjukkan bahwa menjaga wilayah bukan hanya tentang hadir ketika persoalan muncul, tetapi juga membangun kebersamaan antarlembaga agar setiap potensi gangguan keamanan dapat dihadapi secara bersama-sama. (Belva)


