Penulis: Belva Al Akhab dan Hariyanti
BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Di tengah gempuran hiburan modern yang identik dengan artis nasional dan media sosial, panggung utama Mentok Food Festival 2026 justru menyisakan cerita berbeda. Perhatian ratusan warga yang memadati Lapangan Golf Kota Mentok, Sabtu (20/6/2026), tidak hanya tertuju pada deretan penyanyi dan penampil profesional, tetapi juga kepada puluhan perempuan berseragam merah putih yang tampil sederhana namun penuh energi Komunitas Senam Sehat Java Aero.
Fenomena itu memunculkan satu pertanyaan menarik. Apa yang membuat sebuah komunitas senam mampu menjadi magnet dalam festival yang menghadirkan hiburan berskala besar?
Jawabannya tidak semata terletak pada gerakan senam yang kompak. Di balik penampilan itu, tersimpan proses panjang membangun identitas komunitas yang konsisten, disiplin dan dekat dengan masyarakat.
Saat musik mulai mengalun, anggota Java Aero bergerak serempak di depan panggung utama. Tidak sedikit pengunjung yang ikut menggerakkan tangan dan kaki mengikuti irama. Suasana yang awalnya hanya menjadi tontonan perlahan berubah menjadi ruang interaksi bersama.
Di situlah Java Aero berhasil memainkan peran yang tidak dimiliki setiap komunitas mengubah penonton menjadi bagian dari pertunjukan.
Mentok Food Festival 2026 yang berlangsung pada 17–21 Juni merupakan kolaborasi Dody Event Organizer dan Shaka Enterprise. Festival tersebut menghadirkan bazar UMKM, hiburan musik, festival dangdut, DJ, hingga artis nasional sebagai bagian dari upaya menghidupkan ekonomi lokal sekaligus menyediakan ruang hiburan bagi masyarakat Bangka Barat. Tingginya antusiasme warga menunjukkan festival itu menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat.
Namun, di balik panggung hiburan itu, Java Aero menghadirkan narasi yang berbeda.
Selama ini, banyak orang memandang komunitas senam hanya sebagai kelompok olahraga pagi.
Java Aero mencoba mematahkan anggapan tersebut.
Komunitas yang rutin berlatih setiap Sabtu pagi di Kampung Jawa Lama itu berkembang menjadi ruang silaturahmi lintas generasi. Anggotanya berasal dari berbagai usia, mulai dari generasi baby boomers, Generasi X, milenial hingga Generasi Z.
Yang mereka bangun bukan hanya kebugaran fisik, tetapi juga rasa memiliki terhadap komunitas.
Kebersamaan itu terlihat dari kekompakan kostum, disiplin gerakan, hingga koordinasi seluruh anggota selama tampil di atas panggung.
Ketua Java Aero, Ibu Lita, mengatakan keikutsertaan komunitasnya merupakan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kekompakan seluruh anggota Senam Sehat Java Aero. Saya juga memberikan apresiasi kepada Dody yang selalu menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif demi kemajuan Bangka Barat, khususnya Mentok. Acara seperti ini membuat masyarakat yang haus hiburan bisa kembali menikmati pertunjukan berkualitas sekaligus membantu pelaku UMKM,” ujarnya.
Menurut Lita, festival tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi antara penyelenggara, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim pengurus, tim kostum, tim koreografi, serta jurnalis Hariyanti yang selama ini ikut mendukung perjalanan Java Aero.
Dalam ilmu komunikasi, personal branding sebuah komunitas tidak dibangun melalui slogan semata, tetapi melalui pengalaman yang dirasakan publik.
Java Aero membangun citranya lewat kehadiran yang konsisten dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Mereka tidak datang untuk menjadi pusat perhatian.
Sebaliknya, mereka hadir untuk mengajak masyarakat bergerak bersama.
Inilah yang membuat Java Aero memiliki nilai pembeda.
Ketika banyak komunitas berlomba mencari popularitas, Java Aero memilih membangun kedekatan.
Ketika sebagian kelompok hanya aktif pada momen tertentu, mereka tetap menjaga rutinitas latihan dan solidaritas internal.
Nilai-nilai itu akhirnya menjadi identitas yang dikenali masyarakat.
Mentok Food Festival juga menunjukkan bahwa sebuah festival daerah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan.
Puluhan pelaku UMKM memperoleh kesempatan memasarkan produk mereka, sementara ribuan pengunjung menciptakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Di sisi lain, komunitas seperti Java Aero mendapatkan ruang untuk menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat.
Model kolaborasi seperti ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah atau dunia usaha, tetapi juga pada keterlibatan komunitas yang mampu menciptakan ikatan sosial di tengah masyarakat.
Ketika Mentok Food Festival berakhir, masyarakat mungkin akan mengingat kemeriahan panggung, sajian kuliner dan penampilan artis.
Namun, ada satu pemandangan yang sulit dilupakan bahwa puluhan perempuan berseragam merah putih yang bergerak serempak dengan wajah penuh semangat.
Mereka bukan sekadar mengisi acara.
Mereka sedang menyampaikan pesan bahwa hidup sehat, kebersamaan dan solidaritas masih menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun daerah.
Java Aero membuktikan bahwa sebuah komunitas lokal tidak harus menjadi terkenal lebih dahulu untuk memberi pengaruh. Dengan konsistensi, disiplin dan kepedulian terhadap masyarakat, mereka justru berhasil menjadi salah satu wajah yang paling dikenang dari Mentok Food Festival 2026.


