PANGKALPINANG, TARGETKRIMINAL.COM — Operasi pencarian terhadap Radit, korban yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di aliran Sungai Baturusa, Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, berakhir dengan duka. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) pukul 10.55 WIB, sekitar dua kilometer dari titik terakhir korban dilaporkan hilang.
Penemuan itu menjadi akhir dari operasi kemanusiaan yang berlangsung penuh risiko. Sejak pagi, personel Basarnas bersama unsur SAR Gabungan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet. Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Beberapa kali, seekor buaya yang diduga menerkam korban muncul ke permukaan air dengan tubuh Radit masih berada dalam gigitannya, sebelum kembali menghilang ke dasar sungai.
Pemandangan tersebut membuat seluruh personel meningkatkan kewaspadaan. Meski berhadapan langsung dengan predator liar, tim tidak menghentikan upaya pencarian. Area penyisiran terus dipersempit di sekitar lokasi kemunculan buaya dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Supani, mengatakan kegigihan seluruh personel akhirnya membuahkan hasil ketika predator tersebut melepaskan tubuh korban.
“Upaya penyisiran yang terus dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil. Predator buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya, dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran,” ujar Supani.
Tanpa menunggu waktu lama, personel SAR yang berada di atas rubberboat langsung bergerak menuju lokasi penemuan. Dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel, jenazah korban dievakuasi dari permukaan sungai, dimasukkan ke dalam kantong jenazah, kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya Radit, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) di Sungai Baturusa secara resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing setelah menjalankan misi kemanusiaan hingga tuntas.
Supani menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Kami mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, meliputi Polairud, BPBD, aparat desa setempat, serta masyarakat yang telah bahu-membahu bersama Rescuer Basarnas dalam operasi kemanusiaan ini,” tuturnya.
Peristiwa tragis di Sungai Baturusa kembali menjadi pengingat bahwa kawasan perairan yang menjadi habitat buaya memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Di balik derasnya arus sungai dan ancaman predator liar, dedikasi para personel SAR Gabungan memastikan satu hal yang paling penting untuk membawa pulang korban kepada keluarganya, meski bukan lagi dalam keadaan yang diharapkan. (Belva)

