BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bangka Barat bersama PD SALIMAH Bangka Barat menyalurkan santunan kepada 15 anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Mentok, bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini digelar di Masjid Al-Huda, Kompleks Pusmet Mentok, dalam rangkaian kajian Muharram bertema “Hijrah untuk Negeri”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan gerakan zakat di tingkat daerah, yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memperluas kolaborasi sosial untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendra Nato, mengatakan pihaknya terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
“Sebagai lembaga amil, tugas kami bukan hanya menghimpun, tetapi juga memastikan zakat, infak dan sedekah dapat tersalurkan lebih luas kepada mustahiq. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat dampak sosialnya,” kata Lili.
Ia menambahkan, keterbatasan sumber daya tidak menjadi hambatan bagi BAZNAS untuk memperluas jangkauan program, termasuk melalui sinergi dengan organisasi kemasyarakatan seperti SALIMAH.
Ketua PD SALIMAH Bangka Barat, Riza Umami, S.Si., Apt., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan memberikan dampak langsung bagi anak-anak yatim dan keluarga dhuafa di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Bantuan ini sangat berarti. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Sholeh, SEI, menekankan bahwa hijrah tidak selalu harus dimaknai sebagai perubahan besar, melainkan dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Ia menjelaskan, hijrah memiliki dua dimensi utama, yakni hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia). Keduanya harus berjalan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
“Perubahan itu dimulai dari hal kecil yang istiqamah, seperti memperbaiki sholat dan membaca Al-Qur’an meski satu ayat, serta memperbanyak kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Zumrowo Achar dalam pesan terpisah mengingatkan pentingnya momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri.
“Kita tidak punya harta untuk dibanggakan, tidak punya ilmu untuk disombongkan. Yang kita miliki hanya kesempatan untuk memperbaiki diri,” katanya.
BAZNAS Bangka Barat menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial untuk mengurangi kesenjangan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Dalam perspektif ekonomi Islam, zakat dipandang sebagai mekanisme redistribusi yang dapat membantu pengentasan kemiskinan serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengurangan ketimpangan.
Prinsip tersebut sejalan dengan semangat yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan pahala infak seperti sebutir benih yang tumbuh berlipat ganda, sebagai simbol keberkahan dari kepedulian sosial.
Sebanyak 15 anak yatim dan dhuafa menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka sekaligus memberikan dukungan moral di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Di balik jumlah tersebut, terdapat realitas sosial masyarakat yang masih membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam hal akses kesejahteraan dan perlindungan sosial.
Kegiatan “Hijrah untuk Negeri” di Mentok ini menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem zakat di daerah melalui kolaborasi antara lembaga resmi, organisasi masyarakat dan tokoh agama.
BAZNAS Bangka Barat menempatkan kolaborasi sebagai strategi penting untuk memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Di tengah tantangan ekonomi masyarakat, pendekatan berbasis kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial dan meningkatkan solidaritas antarwarga.
Kegiatan ini menegaskan peran BAZNAS Bangka Barat tidak hanya sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial di tingkat lokal.
Melalui sinergi dengan SALIMAH, BAZNAS Bangka Barat berupaya menghadirkan model gerakan zakat yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. (BELVA)

