BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Selisih beberapa ribu rupiah dari harga kebutuhan pokok bisa berarti cukup besar bagi keluarga yang harus membagi penghasilan untuk berbagai keperluan.
Uang yang dihemat dari belanja beras, minyak goreng, atau tepung terigu dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti biaya sekolah anak, transportasi atau kebutuhan rumah tangga.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan masyarakat menyambut Bazar Murah yang digelar Kodim 0431/Bangka Barat dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di halaman Koramil 431-02/Mentok dan terbuka bagi masyarakat umum.
Dalam bazar tersebut, sejumlah kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga yang disebut panitia berada di bawah harga pasar.
Berdasarkan poster kegiatan, beras SPHP dijual Rp59.000, minyak goreng Fortune Rp21.000, sedangkan tepung terigu Mila dibanderol Rp11.000.
Harga tersebut menjadi daya tarik bagi warga karena kebutuhan yang dijual merupakan barang yang lazim digunakan dalam rumah tangga sehari-hari.
“Kalau harganya lebih murah, tentu kami terbantu. Uang yang biasanya untuk membeli kebutuhan pokok bisa disisihkan untuk kebutuhan lain,” ujar seorang warga.
Bagi sebagian keluarga, persoalan harga kebutuhan pokok bukan sekadar urusan transaksi di pasar.
Perubahan harga dapat memengaruhi cara keluarga menyusun anggaran bulanan. Ketika sebagian besar pendapatan sudah dialokasikan untuk kebutuhan pokok, ruang untuk kebutuhan lain menjadi semakin terbatas.
Karena itu, selisih harga dari beberapa barang sekaligus dapat memberikan ruang tambahan bagi pengeluaran rumah tangga.
Warga lainnya mengatakan kegiatan seperti bazar murah dibutuhkan karena selain menyediakan barang yang dibutuhkan, kegiatan tersebut juga membuat masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini cukup membantu. Barang yang dibutuhkan ada dan harganya lebih ringan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” katanya.
Bazar tersebut sekaligus mempertemukan institusi TNI dengan masyarakat dalam ruang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Halaman Koramil 431-02/Mentok yang biasanya digunakan untuk aktivitas kedinasan pada Selasa pagi berubah menjadi tempat warga mendapatkan kebutuhan rumah tangga.
Warga datang untuk membeli kebutuhan pokok, sementara jajaran Kodim 0431/Bangka Barat memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Kegiatan pasar murah pada dasarnya tidak menyelesaikan seluruh persoalan harga pangan maupun daya beli masyarakat.
Namun, bagi rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran secara cermat, pengurangan beban belanja tetap mempunyai arti.
Beras, misalnya, merupakan kebutuhan utama yang harus tersedia di banyak rumah tangga. Demikian pula minyak goreng dan tepung terigu yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan.
Ketika harga barang tersebut dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah, sebagian anggaran keluarga memiliki peluang untuk dialihkan ke kebutuhan lainnya.
Dalam konteks itulah bazar murah tidak hanya dapat dilihat sebagai aktivitas jual beli.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk interaksi langsung antara institusi dan masyarakat.
Masyarakat memperoleh manfaat berupa akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sedangkan institusi memiliki ruang untuk membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan sosial.
Bazar murah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di wilayah Kodim 0431/Bangka Barat.
Peringatan hari ulang tahun institusi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi warga, ukuran manfaat kegiatan tersebut relatif sederhana ketika barang tersedia, harga terjangkau dan pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.
Sementara bagi Kodim 0431/Bangka Barat, kegiatan semacam itu menjadi salah satu bentuk kehadiran institusi di tengah masyarakat.
Kedekatan tersebut tidak hanya dibangun melalui komunikasi formal, tetapi juga melalui kegiatan yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan institusi.
Pada akhirnya, manfaat sebuah kegiatan sosial dapat terlihat dari pengalaman warga yang mengikutinya.
Bazar murah memang hanya berlangsung dalam waktu terbatas. Barang yang dibeli masyarakat juga akan habis digunakan.
Namun, bagi keluarga yang harus mengatur setiap rupiah penghasilan, harga yang sedikit lebih rendah dapat memberikan ruang untuk memenuhi kebutuhan lain.
Di titik itu, pembangunan tidak selalu hadir dalam bentuk proyek besar atau infrastruktur.
Pembangunan juga dapat dirasakan dalam hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari tentang kebutuhan pangan yang tersedia, pengeluaran yang sedikit lebih ringan, dan keluarga yang memiliki ruang lebih besar untuk mengatur kebutuhan mereka.
Bazar Murah Kodim 0431/Bangka Barat menjadi salah satu gambaran kecil mengenai hal tersebut.
Di tengah transaksi sederhana antara warga dan penyelenggara, terdapat kebutuhan yang jauh lebih besar tentang bagaimana masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan beban ekonomi yang lebih terukur.
Penulis: Belva Al Akhab


