Targetkriminal.com – Kabar Datang ke Mako pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Jarum jam baru saja menunjuk pukul 14.00 WIB. Di Markas Komando Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat, suasana siang itu tiba-tiba berubah. Beberapa warga datang bergegas, napas memburu, wajah cemas. Mereka membawa kabar yang mendesak, ada kapal terbakar di Pelabuhan Limbung.
“Kapal tua di pelabuhan itu terbakar! Asapnya tebal sekali!” seru salah satu warga yang datang langsung ke mako.
Personil piket yang menerima laporan itu tak menunda sedetik pun. Segera bersiap, alat perlengkapan diambil, dan tim bergerak secepat kilat menuju lokasi.
Si Leoton Terbakar
Sesampainya di Pelabuhan Limbung, Kecamatan Mentok, pemandangan yang menyambut mereka cukup mengkhawatirkan. Asap hitam membumbung tinggi dari sebuah bangkai kapal yang terparkir di pinggir pelabuhan. Itu adalah kapal bernama LEOTON.
Kapal itu sudah lama mati. Tidak beroperasi lagi. Mesin-mesin, peralatan, semuanya sudah dibongkar dan dibawa pergi. Yang tersisa hanyalah badan kapal yang mulai berkarat, lapuk, dan tidak terawat. Kini, di siang bolong, api sedang melahapnya.
Kondisi kapal yang kering dan terbengkalai membuat api dengan cepat merambat ke sana kemari. Sementara itu, tak jauh dari sana, rumah-rumah warga berdiri. Jika api melompat ke darat, siapa yang tahu seberapa luas kerusakan yang akan terjadi?
Bersatu Melawan Api
Tanpa menunggu perintah panjang, personil Satpolairud segera turun tangan. Alat pemadam yang tersedia seperti Mesin Robin segera dioperasikan. Air disemburkan ke titik api yang paling besar.
Namun kekuatan personil kepolisian saja belum cukup. Melihat itu, para nelayan dan warga yang berada di sekitar pelabuhan pun tak tinggal diam. Mereka bergegas membawa ember, selang, dan apa saja yang bisa digunakan untuk memadamkan api. Satu tim menyemprotkan air, tim lain membantu membasahi area sekitar agar api tidak menyebar.
Di pinggir pelabuhan itu, tidak ada pembatas antara seragam dan warga. Semua sama-sama berkeringat, sama-sama berjuang melawan si jago merah yang mengancam.
Api Padam, Warga Bernapas Lega
Berjibaku dengan panas dan asap, akhirnya usaha bersama itu membuahkan hasil. Perlahan namun pasti, lidah api mengecil. Asap hitam perlahan berubah menjadi kepulan putih tipis. Tak lama kemudian, api benar-benar padam.
Tidak ada korban jiwa. Tidak ada yang terluka. Pemukiman warga di sekitar pelabuhan aman. Api berhasil dikuasai sebelum sempat menyebar ke darat. Yang hilang hanyalah bangkai kapal Leoton itu sendiri — sebuah kerugian material, namun jauh lebih kecil dibandingkan jika api menjalar ke rumah-rumah warga.
Kegiatan pemadaman berjalan lancar dan terkendali. Pukul berapa pun kegiatan selesai, yang jelas bahaya telah berlalu.
Pelajaran di Pelabuhan Limbung
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, bahaya besar dapat dicegah sebelum menjadi bencana. Kapten kapal Leoton mungkin sudah lama berhenti berlayar, namun hari itu ia mengajarkan satu hal lagi: kecepatan bertindak dan gotong royong adalah pemadam kebakaran yang paling ampuh.
Satpolairud Polres Bangka Barat pun kembali bersiap. Siapa tahu kapan lagi diperlukan. Dan warga Pelabuhan Limbung pun kembali ke aktivitas mereka dengan satu kelegaan di hati: hari ini, kita selamat.
Sumber: Laporan Komandan Satpolairud Polres Bangka Barat


