BANGKA, TARGETKRIMINAL.COM — Bagi sebagian siswa, seragam dan perlengkapan sekolah bukan sekadar kebutuhan untuk datang ke kelas. Di baliknya, ada harapan untuk belajar lebih nyaman, menjaga semangat, dan terus melangkah menuju masa depan. Harapan itulah yang mengemuka saat 200 siswa SMA/SMK di Kabupaten Bangka menerima bantuan pendidikan senilai total Rp98 juta melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Babel.
Penyerahan bantuan berlangsung di SMAN 1 Sungailiat, Senin (12/10/2026), dipimpin Gubernur Babel Hidayat Arsani yang didampingi Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani. Bantuan tersebut menyasar siswa dari 31 SMA/SMK se-Kabupaten Bangka.
Namun, di tengah penyerahan paket perlengkapan sekolah itu, Hidayat menyampaikan pesan yang lebih luas daripada sekadar bantuan material. Ia menekankan agar dana yang dihimpun dari zakat dan sumbangan dikelola secara transparan serta diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
“Bantuan ini berasal dari dana BAZNAS yang merupakan sumbangan sukarela dari provinsi dan donatur, yang akan disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak, terutama untuk dunia pendidikan di seluruh Provinsi Babel. Saya harap, dana ini tidak ada lagi permainan dari pihak-pihak nakal,” tegas Hidayat.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pengelolaan dana sosial. Bantuan yang bersumber dari kontribusi para donatur harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh menyimpang dari tujuan untuk membantu masyarakat.
Hidayat meminta Ketua BAZNAS Babel, Zulhadi, bersama jajaran agar memastikan pemanfaatan dana tetap berorientasi pada kepentingan sosial, terutama pendidikan, kesehatan, dan masyarakat kurang mampu.
Ia juga mengingatkan agar penyaluran bantuan tidak dicampuri kepentingan politik.
Pesan itu menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan program, mulai dari pengelolaan dana hingga penentuan penerima bantuan. Sebab, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan sasaran dan manfaat yang dirasakan penerima.
Kepada para siswa, Hidayat berpesan agar mereka menjaga etika, memperkuat keimanan, serta merawat kelestarian lingkungan sekolah. Ia juga meminta Bupati Bangka Fery Insani beserta jajaran perangkat daerah ikut menjalankan fungsi pengawasan terhadap lingkungan pendidikan.
Menurut pesan yang disampaikannya, dukungan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter generasi muda. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di tengah agenda penyaluran bantuan pendidikan, persoalan ketersediaan air bersih di SMAN 1 Sungailiat turut mendapat perhatian Gubernur Hidayat.
Kebutuhan air bersih merupakan bagian mendasar dari kelayakan fasilitas sekolah. Air diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menunjang aktivitas harian siswa dan guru, serta memenuhi kebutuhan beribadah.
Hidayat menyatakan akan membantu penyediaan sumur bor bagi sekolah tersebut.
“Secara pribadi, saya akan mengirimkan sumur bor terbaik untuk sekolah yang masih sulit dengan kebutuhan air. Kita harus cepat bertindak dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan beribadah,” terangnya.
Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pendidikan tidak berhenti pada seragam, buku, dan perlengkapan belajar. Ketersediaan fasilitas dasar juga perlu diperhatikan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang layak.
Realisasi bantuan sumur bor itu nantinya menjadi salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti untuk memastikan kebutuhan air sekolah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Babel, Zulhadi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan di Kabupaten Bangka merupakan penyaluran keempat di tingkat kabupaten.
Dalam program tersebut, sebanyak 200 paket seragam dan perlengkapan sekolah dengan total nilai Rp98 juta diberikan kepada siswa dari 31 SMA/SMK se-Kabupaten Bangka.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Gubernur Hidayat Arsani bersama Noni Hidayat Arsani kepada lima perwakilan siswa.
Program kolaborasi Pemprov Babel dan BAZNAS ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi para penerima. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan.
Meski demikian, ketepatan penerima dan transparansi pengelolaan tetap menjadi unsur penting agar bantuan benar-benar memberikan manfaat. Pengawasan yang baik diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Di antara para penerima bantuan, Deviana Raihana menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani serta Pemprov Babel dan BAZNAS Babel.
Ucapan yang disampaikannya sederhana, tetapi menghadirkan sisi humanis dari kegiatan tersebut. Di balik angka 200 paket dan nilai bantuan Rp98 juta, terdapat siswa yang merasakan perhatian terhadap kebutuhan pendidikannya.
“Terima kasih Pak Gubernur Hidayat, atas bantuan yang diberikan kepada saya. Tetap bahagia dan sukses untuk Pak Gubernur. Dan jangan lupa bahagia, Pak,” ungkap Deviana.
Ungkapan tersebut menjadi salah satu momen yang memberi warna pada penyerahan bantuan. Bagi siswa, perhatian terhadap kebutuhan sekolah dapat menjadi dorongan untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Kepala SMAN 1 Sungailiat, Ali Akbar, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Gubernur Babel terhadap dunia pendidikan.
“Terima kasih Pak Gubernur Hidayat atas kunjungan ke SMAN 1 Sungailiat. Kami sangat senang dan bahagia. Kami berharap kunjungan ini dapat memotivasi guru dan siswa agar tetap bahagia,” ujarnya.
Kedatangan Gubernur Hidayat dan Noni Hidayat Arsani sebelumnya disambut pihak sekolah melalui pengalungan Kain Cual dan Tari Sambut, sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang hadir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangka Fery Insani bersama jajaran perangkat daerah Kabupaten Bangka, perwakilan BAZNAS Babel, para siswa SMA/SMK se-Kabupaten Bangka, serta keluarga mereka.
Pada akhirnya, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah ini bukan hanya tentang barang yang diterima siswa. Program tersebut juga membawa tanggung jawab untuk memastikan dana sosial dikelola secara terbuka, bantuan disalurkan secara adil, dan kebutuhan pendidikan mendapat perhatian berkelanjutan.
Sementara itu, komitmen bantuan sumur bor bagi SMAN 1 Sungailiat menjadi pekerjaan lanjutan yang tidak kalah penting. Sebab, pendidikan yang layak membutuhkan lebih dari sekadar ruang kelas dan perlengkapan belajar siswa juga memerlukan lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan didukung fasilitas dasar yang memadai.
Penulis: Belva Al Akhab


