BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Sebuah bantuan mungkin hanya berwujud beras. Namun bagi warga yang menerimanya, perhatian yang datang bersama bantuan itu bisa memiliki arti jauh lebih besar.
Selasa (15/9/2026), Kantor Desa Air Kuang menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dengan sejumlah unsur yang selama ini memiliki peran berbeda di tengah kehidupan warga.
Bukatabir.com, PWI Bangka Barat, Polsek Jebus dan Pemerintah Desa Air Kuang hadir dalam satu kegiatan sosial: membagikan bantuan beras kepada masyarakat.
Tidak ada sekat yang terasa. Di antara aktivitas pembagian bantuan, percakapan dan keakraban tumbuh. Warga menerima bantuan dengan rasa syukur, sementara para pihak yang terlibat melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya merawat kepedulian.
Kolaborasi itu mempertemukan Kapolsek Jebus, AKP Candra Wijaya, S.H., M.H., Owner Bukatabir.com Samsul Hidayat, jajaran PWI Bangka Barat, serta Kepala Desa Air Kuang Suwanto.
Bagi mereka, pembagian beras bukan semata tentang apa yang diberikan. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi cara untuk menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjadi bagian penting dari perhatian berbagai elemen.
Kapolsek Jebus, AKP Candra Wijaya mengatakan, kegiatan sosial menjadi salah satu ruang untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kondisi sosial warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kepedulian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kehadiran dan perhatian terhadap kondisi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan warga,” ujar AKP Candra Wijaya.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur menjadi kekuatan tersendiri. Kepolisian, pemerintah desa, media, dan organisasi kewartawanan dapat mengambil peran masing-masing untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dipertahankan. Ketika semua unsur bersama-sama hadir untuk masyarakat, maka akan tumbuh rasa kebersamaan dan kepercayaan yang semakin kuat,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak selalu harus bermula dari persoalan hukum atau gangguan keamanan. Ada kalanya hubungan dibangun melalui hal sederhana untuk hadir, berbagi, dan berbicara dengan warga.
Semangat serupa disampaikan Owner Bukatabir.com, Samsul Hidayat.
Menurut Samsul, media memiliki ruang yang luas untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“Bagi kami, berbagi bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana kita dapat menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan. Bukatabir.com ingin terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan sosial yang memberikan manfaat,” kata Samsul Hidayat.
Ia mengapresiasi keterlibatan Polsek Jebus, PWI Bangka Barat, dan Pemerintah Desa Air Kuang dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya, PWI Bangka Barat, dan khususnya Kepala Desa Air Kuang Bapak Suwanto yang telah memberikan ruang serta kesempatan. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi Samsul, kata “berbagi” tidak berhenti pada pemberian bantuan. Ada komunikasi dan hubungan sosial yang ingin terus dibangun agar media semakin dekat dengan masyarakat yang menjadi bagian penting dari kehidupan jurnalistik itu sendiri.
Kepala Desa Air Kuang, Suwanto, menyambut baik kegiatan tersebut. Kantor desa yang biasanya menjadi tempat pelayanan administrasi warga, pada hari itu menjadi ruang bertemunya kepedulian dari berbagai pihak.
Suwanto menyampaikan apresiasi kepada Bukatabir.com, PWI Bangka Barat, dan Polsek Jebus yang telah hadir bersama masyarakat.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Air Kuang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukatabir.com, PWI Bangka Barat, serta Polsek Jebus yang telah hadir dan berbagi bersama masyarakat kami. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi warga,” ungkap Suwanto.
Ia berharap kegiatan positif semacam itu tidak berhenti pada satu kesempatan.
“Kami sangat terbuka terhadap kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga kebersamaan dan silaturahmi ini terus terjaga serta menjadi contoh bahwa kepedulian akan semakin berarti ketika dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Kegiatan pembagian beras kemudian berakhir dalam suasana penuh keakraban.
Bantuan yang dibawa pulang warga mungkin akan habis ketika kebutuhan sehari-hari kembali berjalan. Tetapi perjumpaan dan kepedulian yang menyertainya diharapkan meninggalkan sesuatu yang lebih panjang tentang rasa bahwa masyarakat tidak berdiri sendiri.
Di Air Kuang, beras menjadi titik awal dari sebuah pertemuan. Media membawa kepedulian, polisi membawa kehadiran, pemerintah desa membuka ruang, dan masyarakat menjadi pusat dari semuanya.
Sebab kepedulian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar.
Kadang, ia cukup dimulai dari kemauan untuk hadir, berbagi dan berjalan bersama.
Penulis: Belva Al Akhab


