BANGKA BARAT, TARGETKRIMINAL.COM — Matahari pagi baru mulai menghangatkan halaman SD Negeri 21 Mentok ketika barisan siswa berdiri tegak mengikuti upacara bendera, Senin (31/8/2026).
Di hadapan mereka, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. mengambil peran sebagai pembina upacara.
Pagi itu, pesan yang disampaikan bukan sekadar tentang baris-berbaris atau kedisiplinan mengikuti upacara. Kapolres membawa dua pesan yang dekat dengan kehidupan anak-anak tentang keselamatan di jalan dan keberanian menghentikan bullying.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB tersebut merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang dilaksanakan Satlantas Polres Bangka Barat.
Di hadapan para siswa, Helen mengajak anak-anak membangun disiplin sejak usia dini. Salah satunya dengan memahami aturan lalu lintas dan membiasakan diri berperilaku aman ketika berada di jalan raya.
Anak-anak didorong bukan hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitarnya.
“Keselamatan berlalu lintas harus dibiasakan sejak dini. Pahami aturan dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” pesan Helen kepada para siswa.
Dari jalan raya, perhatian kemudian diarahkan ke lingkungan sekolah.
Kapolres mengingatkan para siswa agar tidak melakukan perundungan terhadap teman. Candaan yang dianggap biasa oleh satu orang bisa saja menjadi luka bagi orang lain.
Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak-anak merasa aman untuk belajar, bermain, berteman, dan menjadi diri mereka sendiri.
“Jangan melakukan bullying kepada teman. Mari saling menghargai dan saling menjaga. Jangan menjadikan perbedaan atau kekurangan teman sebagai bahan untuk mengejek,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kenakalan remaja sekaligus menumbuhkan karakter positif sejak bangku sekolah dasar.
Bagi kepolisian, pendekatan kepada anak-anak tidak harus selalu melalui bahasa hukum yang kaku. Edukasi yang disampaikan secara dekat dan humanis diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini.
“Polri ingin hadir tidak hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga memberikan edukasi dan pencegahan sejak dini. Anak-anak perlu memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, menjauhi kenakalan remaja dan tidak melakukan bullying,” kata Yos.
Menurutnya, komunikasi yang dibangun sejak dini menjadi penting agar anak-anak mengenal polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sosok yang dapat memberikan perlindungan dan edukasi.
“Harapannya, para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman serta saling menghargai,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut diikuti personel Satlantas Polres Bangka Barat, di antaranya Ps. Kanit Kamsel Satlantas dan Ba Unit Kamsel Satlantas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Namun, makna kegiatan itu tidak berhenti ketika upacara selesai.
Pesan tentang keselamatan akan mengikuti langkah anak-anak ketika mereka berada di jalan. Sementara pesan untuk tidak melakukan bullying diharapkan hadir setiap kali mereka berinteraksi dengan teman.
Sebab, membangun generasi yang disiplin dan berkarakter bisa dimulai dari hal sederhana untuk tertib di jalan, menghargai sesama, berani menolong teman, dan tidak menjadikan perundungan sebagai candaan.
Melalui program Polisi Sahabat Anak, Polres Bangka Barat terus membangun ruang komunikasi positif dengan generasi muda, sekaligus menghadirkan wajah Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, dan hadir memberikan edukasi sejak dini. (Belva)


