JOMBANG, TARGETKRIMINAL.COM – Di balik setiap koper yang disiapkan dan doa yang dipanjatkan, ada harapan besar untuk segera menjejakkan kaki di Tanah Suci. Namun, harapan itu kini berhadapan dengan polemik setelah muncul pemberitaan mengenai ratusan jemaah umrah di Jombang yang disebut terlantar dan terancam gagal berangkat.
Kabar tersebut mendapat bantahan dari Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group). Pihak perusahaan menegaskan, informasi yang beredar dinilai belum menggambarkan kondisi sebenarnya dari sisi travel.
Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo mengatakan perusahaan telah menyiapkan tiket penerbangan dan memastikan tim travel berada di bandara untuk melayani keberangkatan jemaah sesuai kelompok yang telah ditentukan.
“Tiket sudah kami siapkan dan ready. Kami juga sudah berada di bandara. Tetapi jemaah tidak datang sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditentukan,” tegasnya, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, keberangkatan jemaah memang sejak awal disusun menggunakan mekanisme per grup. Artinya, setiap kelompok memiliki jadwal dan tiket penerbangan masing-masing.
Namun, persoalan muncul ketika sebagian jemaah menginginkan agar seluruh rombongan diberangkatkan secara bersamaan dalam satu grup.
“Aturannya per grup. Tiket juga per grup. Ada keinginan dari jemaah untuk berangkat satu grup dengan jemaah lainnya. Kami sudah menjelaskan mekanismenya, tetapi terjadi perbedaan keinginan di lapangan,” ujarnya.
Perbedaan mekanisme tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan yang mendapat perhatian publik. Pihak travel menilai kondisi itu perlu dijelaskan secara menyeluruh agar tidak muncul kesimpulan yang keliru mengenai keberangkatan jemaah.
Terlebih, terdapat informasi yang menyebut pembayaran jemaah telah habis sehingga keberangkatan tidak dapat dilaksanakan.
Tudingan tersebut dibantah keras oleh pihak perusahaan.
“Kami tidak pernah mengatakan uang jemaah habis. Kami sudah menyiapkan keberangkatan dan tiketnya. Jangan sampai persoalan keberangkatan per grup kemudian diberitakan seolah-olah kami menelantarkan jemaah,” katanya.
Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan bahwa perusahaan tetap memiliki tanggung jawab terhadap proses keberangkatan jemaah. Menurutnya, persiapan telah dilakukan dan pihak travel telah berada di lokasi keberangkatan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan suatu persoalan hanya berdasarkan informasi dari satu pihak.
Bagi perusahaan, klarifikasi menjadi penting karena informasi yang tidak lengkap dinilai dapat menimbulkan persepsi seolah-olah travel tidak mampu menjalankan kewajibannya.
Karena itu, PT Annisa Ahmada Travelindo menyatakan siap membuka data dan memberikan penjelasan apabila dibutuhkan.
“Kami siap mempertanggungjawabkan apa yang kami lakukan. Yang kami minta, jangan sampai informasi yang belum diklarifikasi kemudian menjadi konsumsi publik dan merugikan nama baik perusahaan,” tegasnya.
Pihak travel menyatakan siap menunjukkan bukti terkait kesiapan tiket serta mekanisme keberangkatan yang telah disusun. Mereka juga menegaskan bahwa pembagian grup merupakan bagian dari pengaturan perjalanan yang telah ditetapkan.
Di tengah polemik ini, posisi jemaah tetap menjadi perhatian utama. Bagi mereka, perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan antarkota atau antarnegara. Ada biaya yang dikumpulkan, waktu yang disiapkan, serta harapan untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Karena itu, kepastian mengenai kapan keberangkatan dilakukan menjadi hal yang paling dinantikan.
PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan bahwa pihaknya membantah tudingan penelantaran jemaah maupun dugaan bahwa dana keberangkatan telah habis.
Menurut perusahaan, persoalan yang terjadi berkaitan dengan perbedaan keinginan mengenai pengaturan grup dan jadwal penerbangan.
“Kami siap klarifikasi. Tiket sudah kami siapkan dan kami siap mempertanggungjawabkan proses keberangkatan sesuai mekanisme yang telah ditentukan,” ujarnya.
Kini, klarifikasi dan pembuktian menjadi bagian penting untuk mengurai polemik tersebut. Kesiapan tiket, jadwal penerbangan, pembagian grup, serta komunikasi antara travel dan jemaah menjadi sejumlah hal yang perlu dilihat secara utuh.
Sebab, di tengah derasnya informasi, satu hal yang paling dibutuhkan jemaah bukan sekadar pernyataan, melainkan kepastian.
PT Annisa Ahmada Travelindo pun menyatakan siap memberikan penjelasan dan membuktikan posisi mereka atas polemik keberangkatan jemaah yang berkembang di Jombang. (Baramakassar/Belva)


